Kota Malang – Setiap tanggal 26 Desember, negara-negara Persemakmuran seperti Inggris, Australia, Kanada, dan Selandia Baru memperingati Boxing Day. Hari yang jatuh sehari setelah Natal ini telah menjadi bagian penting dari kalender perayaan akhir tahun, dengan sejarah dan tradisi yang terus berevolusi dari waktu ke waktu.

Istilah “Boxing Day” berasal dari praktik di era Victoria, di mana kotak-kotak hadiah (Christmas boxes) berisi uang atau barang diberikan kepada para pelayan, pekerja, dan masyarakat kurang mampu. Kotak tersebut merupakan simbol penghargaan dari majikan kepada staf mereka atas kerja keras selama tahun tersebut.

Menurut sejarawan, tradisi ini juga dikaitkan dengan gereja-gereja di Inggris yang membuka “kotak amal” (alms box) pada hari setelah Natal dan mendistribusikan isinya kepada orang-orang miskin.

Di banyak negara, Boxing Day juga menjadi hari keluarga untuk berkumpul dan berbagi kebahagiaan, menjadikannya perpanjangan dari suasana Natal.

Meski asal usulnya terkait dengan filantropi, Boxing Day di era modern telah bergeser maknanya, terutama di negara-negara Barat. Beberapa tradisi yang kini lekat dengan Boxing Day meliputi:

1. Berburu Diskon dan Belanja Besar-besaran

Boxing Day kini identik dengan diskon besar-besaran di toko-toko dan pusat perbelanjaan, mirip dengan Black Friday di Amerika Serikat. Masyarakat berbondong-bondong memanfaatkan hari ini untuk membeli barang dengan harga miring.

2. Olahraga dan Hiburan

Di Inggris, pertandingan sepak bola dan pacuan kuda menjadi tradisi khas Boxing Day. Liga Primer Inggris, misalnya, menyelenggarakan serangkaian pertandingan yang menarik perhatian penggemar olahraga di seluruh dunia.

3. Berbagi dengan Sesama

Meski tidak lagi sepopuler masa lalu, tradisi memberi hadiah atau donasi kepada mereka yang membutuhkan masih dilakukan, terutama oleh lembaga amal dan gereja.

4. Rekreasi Keluarga

Banyak keluarga memanfaatkan Boxing Day untuk berkumpul, berjalan-jalan, atau melakukan aktivitas santai seperti piknik. Di Australia dan Selandia Baru, olahraga kriket menjadi tontonan utama di hari ini.

Boxing Day tidak hanya dirayakan di Inggris, tetapi juga di negara-negara lain dengan variasi tradisinya. Di Kanada, Boxing day disebut sebagai hari belanja terbesar dengan diskon besar-besaran di seluruh negeri. Sementara di Australia, Boxing Day dikenal dengan “Boxing Day Test,” atau pertandingan kriket tahunan antara tim nasional Australia dan negara tamu.

Di Afrika Selatan, Boxing day Dirayakan sebagai Day of Goodwill untuk mendorong semangat berbagi dan persatuan. Sedangkan di Karibia, Festival musik dan parade jalanan meriah menandai Boxing Day di wilayah ini.

Di balik kemeriahan Boxing Day, ada juga kritik terhadap komersialisasi hari ini. Diskon besar-besaran kerap memicu aksi “panic buying” yang menghilangkan esensi asli Boxing Day sebagai hari berbagi. Selain itu, banyak pekerja ritel harus bekerja ekstra keras pada hari yang semestinya menjadi hari libur bagi mereka.

Boxing Day telah berevolusi dari tradisi filantropi menjadi hari yang menggabungkan hiburan, belanja, dan solidaritas. Meski maknanya berbeda di setiap negara, Boxing Day tetap menjadi momen penting untuk merayakan kebersamaan dan semangat memberi di penghujung tahun.

 

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H