Kabupaten Malang – Selang dua hari peristiwa kecelakaan Bus Vs Truk di Tol Lawang, Polisi menetapkan sopir truk yakni Sigit Winarno (65) sebagai tersangka atas peristiwa kecelakaan Bus Pariwisata rombongan SMP Islam Terpadu Darul Qur’an Mulia Putri Bogor dengan Truk Box di Tol Malang-Pandaan KM 77+200, hingga mengakibatkan 4 orang tewas.

Penetapan tersangka ini disampaikan oleh Kapolres Malang, AKBP Putu Kholis saat menggelar jumpa pers di di Crisis Center Pos Pelayanan Karanglo Singosari, Rabu (25/12/2024).

“Gelar perkara sudah kita lakukan, dan berdasar pada BAP saksi, kronologis kejadian, jumlah dan kondisi korban akibat kecelakaaan. Maka, kami menetapkan sopir truk yaitu Sigit Winarno menjadi tersangka,” kata Kapolres Malang, AKBP Putu Kholis.

Kapolres menjelaskan, tersangka terbukti lalai sehingga menyebabkan orang lain meninggal dunia. Sehingga dinilai melanggar pasal 310 undang-undang no 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan.

“Ada sejumlah fakta menarik yang ditemukan. Yang paling krusial adalah tentang perawatan kendaraan truk dan kurang tanggapnya sopir dalam menguasai kendaraan,” katanya.

Petugas, mendeteksi bahwa truk mengalami over heat yang disebabkan oleh lepasnya komponen selang pada sistem pendingin (Radiator) karena kurangnya perawatan. Kemudian, sistem pengereman truk juga terdeteksi bekerja kurang maksimal karena minyak rem tercampur dengan air.

“Jadi, pada saat berhenti itu kondisi truk mengalami over heat. Kemudian, kami juga menemukan penyebab truk mundur dikarenakan fungsi rem yang bekerja tidak maksimal. Bahkan saat diganjal pun, kayunya sampai patah. Selain itu, kami juga menemukan kelalaian sopir, yang mana harusnya ketika dalam posisi seperti itu, sopir mematikan mesinnya dan memasukkan gigi persneling ke angka 1. Sehingga truk tidak sampai jalan mundur,” ungkapnya.

Hal itu, lanjut Kholis, juga dikuatkan dengan adanya bukti berkas perawatan berkala. Dimana sejak bulan Juli sampai dengan Desember 2024, tidak dilakukan perawatan atau perbaikan terhadap sistem pendingin mesin secara menyeluruh.

“Truk tidak dilakukan perawatan dan perbaikan di sistem pendingin mesin. Dalam berkas itu hanya tertera cek tangki radiator, dan itu hanya dilakukan di bulan oktober,” tegas AKBP Putu Kholis. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H