Penulis Aming Naqsabandi
Blitar, tagarjatim.com – Sebuah pohon beringin ukuran raksasa di area Alun-alun Kota Blitar, Jawa Timur, tumbang mengenai tenda pedagang kaki lima (PKL). Pohon itu tumbang setelah terjadi hujan disertai dengan angin kencang. Akibatnya, sembilan orang warga yang makan di tenda PKL itu tertimpa pohon tumbang.
Kapolsek Kepanjenkidul, Kompol Jumari mengungkapkan data dari rumah sakit, korban terdampak pohon tumbang yang masih dirawat di rumah sakit sebanyak 9 orang. Rata-rata korban mengalami luka ringan di bagian kepala serta ada satu korban yang mengalami patah tulang di tangan dan kaki.
“Keterangan dari rumah sakit rata-rata korban mengalami luka ringan, tapi saat ini para korban masih menjalani observasi dan akan dilakukan rongent,” kata Kompol Jumari, Minggu (7/1/2024) sore.
Dia menjelaskan para korban yang saat ini dirawat di rumah sakit merupakan warga yang saat itu menikmati bakso Sri Rejeki yang ada di Jalan Merapi sisi timur alun-alun atau depan Lapas Kelas IIB Blitar. Pada saat mereka sedang menikmati bakso tiba-tiba terdengar suara pohon patah dan kemudian menimpa tenda PKL.
“Pohon beringin tersebut menimpa tenda PKL yang digunakan untuk berjualan bakso, dan saat kejadian banyak pengunjung membeli bakso,” tandasnya.
Adapun identitas 9 korban luka-luka akibat pohon tumbang yang saat ini masih dirawat di RSUD Mardi Waluyo, diantaranya:
- Ny. Angel warga Jalan Barito Kota Blitar, kondisi : Sadar, Pusing
- Tn. Winarto (Suruhwadang, Kademangan) kondisi : Sadar, Luka Ringan
- Tn. Andik ( – ) kondisi : Sadar, Luka Ringan
- Ny. Isnawati (Suruhwadang, Kademangan) kondisi : Sadar, Luka Ringan
- Sdr. Dita (Wlingi) kondisi : Sadar, Luka Kepala lanjut pemeriksaan rontgen.
- An. Devano (Wlingi) kondisi : Sadar, Luka Ringan
- Tn. Nehru ( – ) kondisi : Sadar, Luka kepala, lengan lanjut pemeriksaan rontgen
- Tn. Adi (Wlingi) kondisi : Sadar, Patah Tulang lanjut pemeriksaan rontgen
- Ny. Novi (Wlingi) kondisi : Sadar, Luka Kepala lanjut pemeriksaan rontgen
Hingga saat ini tim BPBD, DLH bersama TNI/Polri masih berusaha memotong pohon beringin berusia ratusan tahun tersebut. (*)




















