Kabupaten Malang – Menteri Perdagangan Republik Indonesia (Mendag RI), Budi Santoso melepas ekspor kacang Tunggak dan produksi perikanan PT Bafain Haridra Indonesia, Desa Sananrejo, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (19/12/2024) siang.

Kedua jenis komoditas itu akan diekspor dengan tujuan Belanda.

Menurut CEO PT Bafain Haridra Indonesia, Indra Hartanto peluang ekspor dua jenis komoditas tersebut sangat tinggi di wilayah Eropa, terutama di Belanda.

Untuk kacang Tunggak, PT Bafain Haridra Indonesia sudah memenuhi permintaan ekspor sebanyak 10 hingga 15 kontainer perbulan. Sementara untuk produksi perikanan, sebanyak 10 ton per bulan, yang terdiri dari ikan Nila dan Lele asap dan asin.

“Saat ini PT Bafain Haridra Indonesia ekspor ke belanda sebanyak 10 hingga 15 kontainer tiap bulan. Sedangkan untuk ikan, yakni ikan Nila dan Lele asap atau asin sebanyak 10 ton. Peluang permintaan ke Eropa sangat tinggi,” ungkap Indra.

Peluang ekspor yang sangat tinggi di Eropa ini membuat pihaknya kewalahan untuk memenuhi permintaan dua jenis komoditas itu.

“Permintaan ekspor sangat besar sehingga kita belum mampu penuhi semuanya. Ini merupakan salah satu peluang bagi UMKM kita,” lanjutnya.

Sementara menurut Mendag, Budi Santoso, pihak pemerintah melalui kementerian perdagangan akan terus mendorong pelaku UMKM tembus pasar internasional. Upaya yang dilakukan pemerintah yakni memaksimalkan Atase perdagangan KBRI di tiap negara, terutama Eropa. Atase perdagangan ini, nantinya akan membantu pelaku UMKM mencari dan meyakinkan calon pembeli.

“Pihak pemerintah akan melakukan pendampingan pelaku UMKM tembus pasar internasional melalui Atase perdagangan KBRI di tiap negara. Atase perdaganan KBRI ini membantu mencari Buyer luar negeri,” ujar Budi.

Meski demikian untuk mewujudkan pelaku UMKM terus mampu bersaing dan berkembang di pasar global tetap dibutuhkan kolaborasi dari sejumlah pihak, yakni Pemerintah daerah, Swasta, Petani serta Pelaku UMKM itu sendiri.

“Kolaborasi dengan sejumlah pihak dibutuhkan untuk mendorong daya saing pelaku UMKM untuk ekspor ini,” tuturnya.

Tujuan peningkatan eskpor barang komoditas bagi pelaku UMKM ini untuk menyambut Indonesia emas tahun 2045.

“Tujuan peningkatan ekspor ini untuk menyambut Indonesi emas tahun 2045,” pungkasnya. (#)

 

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H