Kabupaten Malang– Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Dikti Saintek) RI meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Sumbermaron di Desa Karangsuko, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang. Ke depan PLTMH ini menjadi salah satu sumber listrik bagi warga desa setempat.

Fauzan mengatakan di Kabupaten Malang, banyak sumber air yang bisa dikembangkan menjadi PLTMH. Ia menyebut ada sekitar 60 titik sumber air yang dapat dikembangkan dengan teknologi serupa.

“Terkait dengan pembangkit listrik tenaga mikro hidro saja diperkirakan ada 60 titik aliran air yang visibel untuk PLTMH. Tetapi untuk bisa realisasi, itu tidak bisa satu institusi saja dan alhamdulillah Pak Bupati welcome,” kata Fauzan, di wisata Sumbermaron, Rabu (17/12/2024).

Menurut Fauzan, dari 60 titik aliran air yang ada di Kabupaten Malang, saat ini baru 2 sampai 3 titik sumber yang sudah dimanfaatkan menjadi sumber energi terbarukan dengan mengunakan teknologi PLTMH yakni sumber air Wisata Boonpring, Desa Sanankerto, Turen, dan di Sumbermaron, Pagelaran.

“Kita juga lihat debit, tidak hanya itu. Tetapi juga keberlangsungan, kita tentu saja juga melihat kalau ada aliran sedangkan kalau kemarau habis ya tidak bisa. Kalau di sini kan keberlangsungannya tinggi, itu yang menjadi prioritas kita,” ujarnya.

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tersebut menjelaskan untuk menerapkan teknologi terbarukan seperti PLTMH seperti di Sumbermaron harus melalui proses Detail Engineering Design (DED), dan membutuhkan biaya tidak kurang dari Rp 11 milyar, karena itulah membutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Kami dari Kementerian Pendidikan Tinggi. Selain meresmikan, ingin belajar atau melihat langsung praktek baik yang dilakukan univesitas untuk masyarakat. PLTMH ini menjadi salah satu contoh kongkrit bahwa produk risetnya Dosen bisa diaplikasikan dan dampaknya luar biasa,”ujar Fauzan

Sementara itu Bupati Malang Sanusi menyampaikan dalam sambutannya sangat mendukung dengan didirikannya PLTMH, seperti disampaikan bahwasanya saat ini Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tengah mengkaji aliran air yang berpotensi Sumberjeruk di Desa yang sama. Yang memiliki potensi aliran air lebih besar.

“Kalau di Sumbermaron 700 liter perdetik, kalau di sumberejuk itu 1200 liter per detik. Tentu itu akan menghasilkan daya yang lebih besar,”pungkasnya.

 

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H