Penulis : Dixs Fibriant
Blitar, tagarjatim.com – Aksi pengeroyokan disertai penganiayaan hingga meninggal dunia dialami seorang santri pondok pesantren Tahsinul Akhlaq, Kelurahan Kalipang, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Akibat pengeroyokan itu, santri bernama Muhammad Ali Rofi (14) warga Desa Sentul, Sutojayan, Blitar, meninggal setelah mendapat perawatan 5 hari di Rumah Sakit Ngudi Waluyo, Wlingi.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, peristiwa pengeroyokan dan penganiayaan tersebut terjadi pada Selasa (2/1/2024) malam sekitar pukul 23.00 WIB yang dilakukan oleh sejumlah temannya di lingkungan ponpes. Motif pengeroyokan dan penganiayaan karena korban dituduh mencuri uang teman-temannya.
Pengeroyokan tersebut menyebabkan korban tidak sadarkan diri, dan terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Aulia. Ironisnya, pihak rumah sakit Aulia setelah memeriksa kondisi korban tidak mau menerima pasien dengan alasan tidak berani menerima karena tidak ada yang bertanggung jawab.
Sementara itu, mengetahui korban tidak diterima pihak Rumah Sakit Aulia, pengurus ponpes melaporkan kejadian ini ke orang tuanya, selanjutnya korban dibawa ke Rumah Sakit, Ngudi Waluyo, Wlingi, Blitar.
Kemudian, orang tua korban mengetahui kondisi tubuh anaknya babak belur, tidak terima, dan akhirnya melaporkan kejadian pengeroyokan dan penganiayaan tersebut ke Polres Blitar.
Sementara itu, setelah dirawat 5 hari di rumah sakit, Korban yang masih duduk di kelas 7 bangku sekolah SMP Negeri 1 Sutojayan
Kelas 7 tersebut akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya pada Minggu (7/1/2024) sekitar pukul 05.00 WIB.
Kasatreskrim Polres Blitar AKP Febby Pahlevi Rizal membenarkan kejadian itu. Sampai saat ini kasus ini masih dalam penyelidikan unit Pelayanan Perlindungan Anak (PPA) Polres Blitar mengingat korban dan pelaku usianya masih dibawah umur.
Polisi juga belum menetapkan tersangka dalam kasus penganiayaan hingga korban meninggal dunia tersebut.”
“Sampai dengan saat ini sudah 21 orang yang telah dimintai keterangan,” katanya singkat, kepada wartawan, di Blitar, Minggu (7/1/2024).




















