Kota Malang – Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang, dr. Ayunda Dewi Jayanti, M.Sc menyoroti tingginya angka kematian perempuan akibat penyakit kanker serviks. Menurutnya, tingginya angka mortalitas dalam kasus kanker serviks menunjukkan bahwa penyakit ini menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi perempuan di Indonesia setelah kanker payudara dan paru.

“Indonesia menduduki peringkat keempat di kawasan asean untuk angka kematian akibat kanker serviks,” terang Ayunda.

Di Indonesia, ditemukan 660.000 kasus baru kanker serviks pada tahun 2022 dengan angka kematian mencapai 350.000.

Kanker serviks merupakan jenis kanker yang terjadi pada leher rahim (serviks) yang disebabkan infeksi Human Papilloma Virus (HPV). HPV adalah jenis virus yang dapat menular melalui kontak kulit ke kulit pada area genital dan melalui kontak seksual.

“HPV dikelompokkan menjadi tipe resiko tinggi dan resiko rendah. Lebih dari 75% kasus kanker serviks disebabkan oleh HPV resiko tinggi tipe 16 dan 18,” tambah Ayunda.

Untuk mengurangi resiko terkena penyakit kanker serviks, pakar kesehatan reproduksi Universitas Brawijaya ini menekankan pentingnya pencegahan dini. Salah satunya melalui vaksinasi HPV.

“Mendapat suntikan vaksin HPV bagi wanita usia 9-14 tahun merupakan cara paling efektif untuk mencegah infeksi HPV yang menyebabkan kanker serviks,” tegasnya.

Ada 6 vaksin HPV yang tersedia untuk melindungi dari HPV resiko tinggi untuk tipe 16 dan 18 yang menyebabkan kanker serviks.

“Selain mencegah kanker serviks pemberian vaksin HPV juga membantu mencegah jenis kanker lain yang beresiko muncul akibat infeksi HPV,” tambah Ayunda.

Selain melakukan vaksinasi, melakukan skrining atau deteksi dini juga penting dilakukan. Pasalnya, kebanyakan penderita kanker serviks baru diketahui saat sudah stadium lanjut.

“Pemeriksaan secara berkala juga perlu dilakukan agar bisa segera dilakukan penanganan,” ujarnya.

Langkah lain yang bisa dilakukan yakni pemerintah melakukan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengakses informasi dan layanan pencegahan dan kontrol terjadinya kanker serviks.

“Dengan gencarnya sosialisasi, masyarakat bisa mengetahui dan sadar pentingnya menjaga diri agar terhindar dari penyakit mematikan ini,” tutupnya.

 

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H