Kota Malang – Angka inflasi di Kota Malang pada November 2024 tercatat sebesar 0,24 persen, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang hanya 0,2 persen.

Kenaikan inflasi ini terutama dipengaruhi oleh melonjaknya harga bawang merah, yang naik hingga 47,19 persen. Kenaikan ini memberikan kontribusi inflasi sebesar 0,11 persen, tertinggi di antara semua komoditas lainnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, Umar Sjaifudin, dalam konferensi pers menyebutkan bahwa kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi di kota tersebut.

“Kelompok ini memberikan kontribusi inflasi Kota Malang sebesar 0,17 persen,” ujar Umar.

Menurut Umar, kenaikan harga beberapa komoditas pangan tersebut dipengaruhi oleh kondisi cuaca. “Hasil panen memang berkurang sehingga pasokan menurun,” tambahnya.

Selain bawang merah, emas juga memberikan andil besar terhadap inflasi. Harga emas naik sebesar 3,39 persen, memberikan kontribusi inflasi sebesar 0,05 persen.

“Komoditas lain yang turut menyumbang inflasi adalah daging ayam ras sebesar 0,05 persen, tomat 0,03 persen, serta minyak goreng, labu siam, kangkung, dan bawang putih masing-masing sebesar 0,01 persen,” jelas Umar.

Di sisi lain, beberapa komoditas mengalami penurunan harga, sehingga membantu menahan laju inflasi. Penurunan terbesar terjadi pada cabai rawit yang turun 11,08 persen, diikuti kentang (turun 6,85 persen), cabai merah (turun 8,4 persen), dan beras (turun 0,65 persen).

“Penurunan harga pada beberapa komoditas ini menjadi faktor penyeimbang yang memperlambat laju inflasi,” tutup Umar.

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H