Kota Malang – Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur menggelar seminar dan diskusi inovasi pengembangan tembakau di Ijen Suite dan Resort Convention Malang. Acara yang berlangsung selama dua hari, 28 hingga 29 November 2024, ini dihadiri para Pimpinan Asosiasi Petani Tembakau Indonesia, Kelompok Tani, Akademisi dan dibuka oleh Penjabat (PJ) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono.

Acara ini digelar dengan bertujuan untuk mendorong pengembangan industri tembakau yang lebih maju dan berdaya saing tinggi, dengan fokus utama pada kesejahteraan petani tembakau di Jawa Timur. Melalui berbagai pembahasan inovasi teknologi dan manajemen pertanian, acara ini berharap dapat meningkatkan kualitas hasil tembakau serta memperkuat posisi tembakau Jawa Timur di pasar domestik maupun global.

Perkebunan di Jawa Timur sangat strategis dan memiliki peranan yang besar. Jawa Timur adalah salah satu provinsi penghasil tembakau, kopi, dan kakao terbesar di Indonesia.

“Kita berada di posisi lima besar penghasil kopi dan sepuluh besar penghasil kakao nasional. Ini menunjukkan betapa pentingnya sektor perkebunan bagi perekonomian daerah dan negara” ungkap PJ Gubernur Jawa Timur.

Adhy Karyono mengungkapkan terkait tembakau, Jawa Timur merupakan gudang tembakau Indonesia, dengan kontribusi lebih dari 50% dari total produksi nasional. Tembakau dari Jawa Timur menghasilkan cukai rokok yang sangat besar. Pada tahun 2023, cukai rokok yang dihasilkan mencapai 129 triliun rupiah.

“Dari jumlah tersebut, sekitar 60,9% berasal dari Jawa Timur, yang menunjukkan betapa besar kontribusi sektor tembakau terhadap pendapatan negara,” jelasnya.

Namun, dari cukai sebesar itu, Jawa Timur hanya menerima kembali 2,7 triliun rupiah. Sisa dana tersebut dialokasikan untuk seluruh Indonesia.

“Tentu saja, kami berharap pembagian ini dapat lebih adil, dengan porsi yang lebih besar untuk Jawa Timur,” tukasnya

Pemprov Jatim berjuang agar tahun depan, bagi hasil dapat meningkat menjadi 3,5 triliun rupiah, yang akan digunakan untuk meningkatkan layanan kesehatan, membangun rumah sakit, membeli peralatan kesehatan, serta meningkatkan pelayanan BPJS Kesehatan.

“Selain itu, kami juga berupaya agar petani tembakau dapat memperoleh harga yang lebih stabil dan menguntungkan dengan menghindari penjualan panen secara serentak,” tambahnya.

Jika petani beralih ke model korporasi, mereka dapat menyimpan tembakau mereka di gudang terlebih dahulu, dan menjualnya saat harga pasar lebih baik. Ini adalah langkah penting untuk melindungi petani tembakau dari fluktuasi harga yang tidak menentu.

Sebagai bagian dari upaya untuk mendukung sektor ini, pemprov jatin juga mendukung kebijakan Menteri Pertanian untuk mencetak generasi muda yang tertarik berkarier sebagai petani, termasuk petani tembakau, kopi, dan kakao.

“Kami berharap agar sektor pertanian, khususnya tembakau, dapat terus berkembang dengan melibatkan generasi muda,” pungkasnya.

Diharapkan, dengan sinergi antara inovasi, kebijakan yang mendukung, serta pengelolaan yang baik, sektor tembakau Jawa Timur akan semakin maju, memberikan manfaat ekonomi yang signifikan, dan membawa kesejahteraan lebih bagi para petani tembakau di daerah ini.

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H