Malang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, Jawa Timur, mendapatkan bantuan dana hibah sebesar Rp39 miliar dari Islamic Development Bank (IsDB) dan International Fund for Agricultural Development (IFAD), menjalin kerja sama internasional melalui program UPLAND Kementerian Pertanian. Kerjasama dilakukan sebagai upaya untuk memperkuat ketahanan pangan dan mendukung swasembada pangan di Indonesia.

Plt Bupati Malang, Didik Gatot Subroto, menyatakan bahwa kerja sama ini telah berlangsung sejak 2021 dan dampaknya sudah dirasakan oleh petani di tiga desa yang terletak di dua kecamatan, yaitu Pujon dan Ngantang.

“Program ini mendapat respons positif dari masyarakat, khususnya petani, dan memberikan dampak yang luar biasa. Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, program ini tidak hanya menguntungkan petani, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di luar sektor pertanian,” kata Didik.

Dia berharap program UPLAND dapat terus dimanfaatkan oleh petani dan dapat berlanjut meskipun program UPLAND telah dihentikan oleh pemerintah. Dia yakin potensi, fasilitas dan pelatihan yang diberikan dapat mendukung produktivitas dan pendapatan para petani.

“Program ini fokus pada komoditas bawang merah, khususnya jenis umbul batu hijau. Hasil bawang merah ini tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga kebutuhan nasional,” jelas Didik.

Dia mengungkapkan selama pelaksanaan UPLAND Project di Kabupaten Malang, nilai Perjanjian Hibah Daerah (PHD) total 39 Miliar 294 Juta Rupiah telah direalisasikan dan dilakukan Reimburshement sebesar 36 Miliar 398 Juta 507 Ribu Rupiah sampai dengan tahun 2024 dengan presentase realisasi sebesar 93%. Adapun realisasi kegiatan-kegiatan dalam UPLAND Project mulai tahun 2021 sampai dengan tahun 2024 meliputi: Pembangunan Infrastruktur (Embung, Jalan Usaha Tanidan Irigasi Perpipaan), Pengadaan alat dan mesin pertnian (prapanen, panen dan pasca panen) Sarana, prasarana produksi (saprodi budidaya bawang merah).

Menurut Didik, kegiatan Program UPLAND tersebut sudah terlaksana di Desa Ngabab, Desa Pujon Kidul dan Desa Purworejo, dengan penerima manfaat yakni 3 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), 11 Kelompok Tani (Poktan), 2 Kelompok Wanita Tani (KWT), 1.254 Rumah Tangga, 1.122 Anggota Kelompok, dan Penerima Manfaat Tidak Langsung sebanyak 2.845 orang yang berasal dari wanita tani, pemuda tani dan masyarakat lain di luar kelompok tani. Bahwa pada tahun 2023 di wilayah Kabupaten Malang diperoleh rata-rata produksi bawang merah mencapai 10-12 Ton/Hektar, dengan pendapatan berkisar 230 Juta Rupiah sampai dengan 276 Juta Rupiah per hektar. Melihat berbagai peningkatan yang telah tercapai, Pemerintah Kabupaten Malang tentu optimis bahwa ke depan komoditas bawang merah di Kabupaten Malang dapat mewarnai kebutuhan pasar dalam lingkup lokal, regional hingga nasional.

”Melalui forum pertemuan ini, diharapkan mendorong semangat dan motivasi dari seluruh stakeholders untuk menyukseskan project UPLAND secara berkelanjutan, dengan cakupan program yang lebih luas, sehingga manfaatnya juga maksimal dalam mewujudkan percepatan pembangunan dan kemajuan sektor pertanian Kabupaten Malang maupun secara Nasional. Kegiatan ini dapat memberikan dan melahirkan rumusan-rumusan yang konstruktif, demi akselerasi dan kemajuan di bidang pertanian, yang diikuti pula dengan semakin meningkatkan peran serta Kelompok Tani dan Gapoktan demi keberhasilan program UPLAND di Kabupaten Malang,” pungkasnya.

Country Director South East Asia and The Pacific, Sub Regional Office IFAD, Hani A Elsadani Salem menjelaskan, bahwa kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan, terutama setelah dampak pandemi COVID-19 yang melanda dunia.

“Program ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan. Komoditas seperti padi, bawang merah, dan ternak semuanya berkontribusi dalam meningkatkan nilai tambah. Dan ini merupakan bagian integral dari upaya ketahanan pangan,” kata Hani A Elsadani Salem di Malang, Kamis (21/1/2024)

Selain itu, IFAD berkomitmen untuk mendukung petani miskin di Indonesia. Hani Elsadani Salem menilai bahwa bantuan yang diberikan langsung kepada petani dalam berbagai aspek akan meningkatkan produktivitas pertanian secara signifikan.

“IFAD berkomitmen untuk mendukung petani miskin di pedesaan dengan meningkatkan produktivitas mereka. Kami juga fokus pada peningkatan akses pasar, penyediaan sarana pertanian, dan upaya pengentasan kemiskinan,” jelasnya.

Program ini terutama difokuskan pada pertanian di dataran tinggi, yang selama ini kurang mendapatkan perhatian dan bantuan. Dia menilai bantuan itu perlu juga diberikan kepada petani dataran tinggi sebagai yang dianggap juga mempunyai potensi tinggi.

“Selama ini, bantuan lebih banyak difokuskan pada dataran rendah, sementara daerah dataran tinggi masih kurang diperhatikan,” ujar Hani Elsadani Salem.

“Program ini memiliki dua tujuan utama pertama, meningkatkan ketahanan pangan, dan kedua, meningkatkan penghidupan para petani dan pelaku pertanian lainnya,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Resident Representative and Director IsDB, Amer Bukvic menekankan potensi besar Indonesia dalam mengembangkan sumber daya alamnya. Amer mengungkapkan bahwa ketika masih di bangku sekolah dasar, dia sudah mempelajari geografi Indonesia dan terkesan dengan kekayaan alam yang dimiliki.

“Kami ingin berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan dan membantu Indonesia, insya Allah, menjadi semakin makmur,” ujarnya.

Amer juga menegaskan bahwa tujuan utama dari UPLAND Project adalah untuk mendukung ketahanan pangan Indonesia. Program ini juga berupaya untuk meningkatkan efisiensi dalam pemasaran produk pertanian, baik di tingkat lokal maupun internasional.

“Kami ingin mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045,” katanya.

Sekedar informasi kerjasama program UPLAND di Indonesia ini merupakan kerjasama internasional antara Kementerian Pertanian RI dengan Islamic Development Bank (IsDB) dan International Fund for Agricultural Development (IFAD). Kerjasama dilakukan sebagai upaya untuk memperkuat ketahanan pangan dan mendukung swasembada pangan serta meningkatkan potensi pertanian dataran tinggi di Indonesia.

Di Malang, para perwakilan lembaga internasional akan meninjau langsung pelaksanaan proyek UPLAND di tiga desa yang terletak di dua kecamatan, yaitu Pujon dan Ngantang Kabupaten Malang. Kerjasama dilakukan untuk memberikan untuk meningkatkan potensi pertanian dataran tinggi di Indonesia.

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H