Penulis : Dixs Fibriant

Malang, tagarjatim.com – Sekitar 2.000 santri Nahdlatul Ulama (NU) pendukung KH Marzuki Mustamar dari berbagai daerah di Tanah Air, tetap loyal kendati tak lagi menjabat Ketua PWNU.

Pengasuh Ponpes Sabilurrosyad Banyuwangi, KH Abdul Hadi Solikhan, mengungkapkan ribuan santri dari berbagai daerah di Indonesia, akan tetap mengikuti dawuh atau petuah yang disampaikan KH Marzuki Mustamar, meskipun KH Marzuki diberhentikan PBNU.

“Sebagai santri, kita akan tetap hormat kepada guru kami. Meskipun dia diberhentikan kami tetap menyayangi beliau (KH Marzuki Mustamar),” kata Abdul Hadi sekaligus Ketua kegiatan temu santri dan Hormat Guru kepada KH Marzuki Mustamar, di Karanglo, Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu (3/1/2024) malam.

Dia menjelaskan para santri tidak terpengaruh dengan pemberhentian mursyidnya tersebut. Bahkan, mereka tetap akan membela atau melakukan perlawanan terhadap PBNU.

“Kalau dikatakan apakah ini ada kaitan dengan pemberhentian kyai beberapa hari yang lalu, jujur iya tapi kami tidak ada kesan untuk mengadakan perlawanan, penolakan, hanya lebih bahwa kami sebagai santri yang kemarin, akan tawaduk dan mengenang jasa-jasa beliau,” tandasnya.

Abdul Hadi juga menegaskan bahwa pertemuan para santri ini untuk memberikan dukungan moral kepada sosok ulama besar KH Marzuki Mustamar melalui testimoni yang akan diberikan para santri terkait kiprah dan dakwah beliau berjuang membela NU selama ini.

Pemberhentian KH Marzuki Mustamar dari Ketua PWNU Jatim, tertuang dalam Surat Keputusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Nomor 274/PB.01/A.II.01.44/99/12/2023 tentang Pemberhentian Ketua PWNU Jawa Timur yang ditandatangani oleh Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Sekjen PBNU H Saifullah Yusuf, Rais Aam KH Miftachul Akhar, dan Katib Aam KH Akhmad Said Asrori.

Alasan PBNU memberhentikan Marzuki Mustamar berdasarkan tindakan dan pernyataan Marzuki yang dinilai sebuah pelanggaran organisasi. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H