Kota Malang – Perusahaan Listrik Negara (PLN) UP 3 Kota Malang menggelar simulasi tanggap darurat mengantisipasi aksi demonstrasi dan kerusuhan massa selama proses Pilkada serentak 2024. Jika aksi massa itu benar terjadi, PLN akan gerak cepat (gercep) mengamankan seluruh karyawannya dari ancaman massa.
“Keselamatan dan keamanan kerja merupakan prioritas utama dari PLN, dan kegiatan ini memastikan semua siap dan sigap dalam menghadapi kondisi darurat termasuk situasi kacau huru hara apabila terjadi,” kata Team Leader K3L dan KAM UP3 Malang, Fahmi Setyansyah Amari, di sela simulasi tanggap darurat di Kantor PLN, Kota Malang, Rabu (13/11/2024).
Menurut Fahmi untuk mengantisipasi hal itu, pihaknya
akan mengedepankan keselamatan pimpinan pegawai maupun semua elemen yang ada di dalam kantor PLN. “Untuk PLN sendiri keselamatan kerja merupakan prioritas utama dari perusahaan kami, dan harapannya rekan-rekan dapat sigap dan tepat dalam menghadapi kondisi darurat dan tentunya petugas kami sudah sangat siap untuk itu,” ujarnya.
Kapolsek Klojen Kompol Syabain mengapresiasi langkah PLN mewaspadai adanya gerakan huru hara massa atau gerakan terorisme dan radikalisme yang bisa sewaktu-waktu bisa terjadi di PLN selama Pilkada 2024.
“Terorisme atau radikalisme bisa terjadi di lingkungan PLN. Seperti terjadinya demostrasi besar-besaran berkaitan dengan isu kelistrikan yang mungkin terjadi di masa saat ini, apalagi saat ini juga periode pilkada serentak kemungkinan akan hal itu sangat mungkin terjadi,” ungkap Syabain.




















