Kota Malang – Calon Wakil Bupati nomor urut 2, Umar Usman disebut-sebut salah menyebut angka kemiskinan Kabupaten Malang, dalam acara Mimbar Akademik yang dilaksanakan oleh Universitas Brawijaya, Jumat (1/11/2024).
Untuk diketahui, Universitas Brawijaya menggelar Mimbar Akademik yang mendatangkan para Calon Kepala Daerah di Malang Raya pada Pilkada serentak 2024.
Dalam kesempatan persentasinya, Calon Wakil Bupati nomor urut 2, Umar Usman menyebut angka kemiskinan di Kabupaten Malang mengalami kenaikan dari 367 ribu jiwa menjadi 399 ribu jiwa.
Merespon hal itu, Calon Bupati Malang nomor urut 1, yang merupakan calon Bupati Malang petahana mengoreksi kenaikan angka kemiskinan yang dilontarkan Umar Usman.
“Saya lansung bantah karena kalau melihat data dari BPS jelas salah. Itu datanya didapat dari mana?” Simpul Sanusi.

Sanusi menyebut, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) angka kemiskinan di Kabupaten Malang pada Maret 2024 adalah 8,98 persen, alias 240.140 ribu jiwa.
“Yang disampaikan dokter Umar tentang angka kemiskinan itu salah, dia tadi menyampaikan angka kemiskinan di Kabupaten Malang mengalami kenaikan dari 367 ribu menjadi 399 ribu. Yang benar di tahun 2024 sebanyak 240 ribu jiwa. Ada penurunan di 251 ribu jiwa di tahun 2023,” ungkap Sanusi.

Sementara itu, berdasarkan penelusuran Tagarjatim.com dari BPS, angka kemiskinan di Kabupaten Malang tahun 2021 mencapai 276,58 ribu jiwa. Angka itu mengalami penurunan pada tahun 2022 menjadi 252,88 ribu jiwa. Kemudian tahun 2023, angka kemiskinan di Kabupaten Malang kembali turun menjadi 251,36 ribu jiwa, dan tahun 2024 turun lagi menjadi 240,14 ribu jiwa.
Dikonfirmasi kembali mengenai data yang disampaikan, Calon Wakil Bupati Malang nomor urut 2, Umar Usman mengaku akan mengkroscek lagi di BPS.
“Ya kalau data mungkin bisa di kroscek lagi data lengkapnya bagaimana. Tetapi memang Kabupaten Malang angka kemiskinannya masih tinggi,” kata Umar.




















