Kabupaten Malang – Kasus berebut warisan oleh dua bersaudara hingga berujung maut di Dusun Krajan, Desa Tamankuncaran, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, menyisakan kesedihan bagi Ibu kandung korban, Poniyem (57) warga setempat. Poniyem mengaku sedih atas peristiwa pembakaran yang tega dilakukan Ruliyanto (28) kepada kakak kandungnya Yayuk Fitriyah (35).
Poniyem bercerita kasus pertengkaran kedua anaknya tersebut bermula dari Ruliyanto yang meminta bagian warisan hasil penjualan rumah bapaknya yang sudah tidak layak huni. Ia mengaku rumah tersebut dijual dan uangnya digunakan untuk biaya selamatan kematian suaminya.
“Dari hasil penjualan tanah rumah, uangnya digunakan untuk biaya yang meninggal, itu juga tidak sedikit, habis banyak,” katanya saat ditemui di rumahya, Rabu (30/10/2024).
Dia mengaku uang hasil penjualan rumah masih tersisa
Rp20 juta. Tapi uangnya masih dipinjam kerabatnya di Kota Batu.
Dari sisa uang Rp20 juta itulah, Ruliyanto memaksa meminta bagian, bahkan Ruliyanto juga mempersoalkan biaya membuat bangunan kamar mandi di rumah ibunya, dan memaksa minta ganti rugi kakaknya (Yayuk Fitriyah,red). Padahal, kehidupan Yayuk di Kota Batu sedang mengalami kesusahan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
“Irul juga sudah menerima uang Rp1 juta masak kurang. Awalnya saya yang akan mengganti biaya ngecat rumah dan membuat kamar mandi, tapi Irul (Ruliyanto) tidak mau, dia tetap ngotot minta uang ke kakaknya. Karena kakaknya mengaku tidak punya kemudian disiram bensin dan dibakar,” kata Poniyem sedih.
Bahkan, Poniyem saat menolong Yayuk pun juga terkena sambaran api, sehingga juga mengalami luka bakar.”Saya berusaha menyelamatkan Yayuk, waktu itu lagi salat ashar disiram bensin. Ini (terluka) mau menolong anak saya, tapi nggak bisa,” pungkasnya.
Sementara Ruliyanto, pelaku yang tega membakar kakaknya juga mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya. Saat ini, peristiwa tragis tersebut masih ditangani Satreskrim Polres Malang.
Sedangkan Ruliyanto sendiri masih mendapat perawatan di Rumah Sakit Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, dan dijaga ketat polisi.




















