Kabupaten Malang – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan selama Januari Hingga Oktober 2024, tercatat ada 1560 bencana di Indonesia. Bencana tersebut kerap terjadi karena adanya fenomena Hidrometerologi.

“Pada rentang bulan Januari hingga Oktober 2024 telah terjadi 1.560 bencana di Indonesia,” ungkap
Deputi Bidang Pencegahan BNPB Prasinta Dewi, saat Simposium Nasional Kebencanaan 2024 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jumat (18/10/2024)

Menurut Prasinta, faktor penyebab sering terjadi bencana di Indonesia karena cuaca hidrometerologi basah yang mengakibatkan banjir, cuaca ekstrim, juga kebakaran hutan ataupun lahan.”Tentunya bencana alam tersebut menimbulkan banyaknya korban jiwa,” jelasnya.

Dia menjelaskan, dengan banyaknya bencana di Tanah Air ini The World Risk Index 2024 mencatat, dari 193 negara, Indonesia menempati peringkat kedua sebagai negara paling rentan mengalami ancaman bencana. “Sehingga, Indonesia menjadi salah satu laboratorium kebencanaan untuk mengkaji berbagai resiko bencana,” kata Prasinta.

Dia menegaskan untuk penanggulangan bencana alam ini harus ada kolaborasi antara pemerintah dengan lembaga terkait serta masyarakat. “Peran Indonesia bukan hanya ada di tingkat nasional, tetapi juga tingkat internasional. Seperti halnya Indonesia mengirimkan bantuan kemanusiaan kepada negara Palestina dan Sudan sebanyak 14 kali pengiriman bantuan dalam kurung waktu dua tahun terakhir. Ini adalah bentuk kepeduliaan Indonesia,” pungkasnya.

Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI,Sumarjaya menambahkan kehadiran bencana selalu berkaitan dengan kesehatan. Bahkan, krisis kesehatan merupakan hasil dari bencana alam, non alam serta sosial yang berdampak pada kesehatan.

Apalagi jika terjadi bencana selalu ada korban, akses layanan yang terganggu, adanya keterbatasan SDM, dan lainnya.

Dengan keterbatasan SDM, Kemenkes memiliki program tenaga cadangan kesehatan. Program ini berisikan SDM terlatih yang telah disiapkan pada saat pra krisis.

Mereka dilatih sesuai dengan standart yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Di dalam SDM itu juga ada relawan dan para ahli penugasan yang berasal dari non kesehatan serta kesehatan.

Saat ini kata, Sumarjaya, ada 17.500 anggota yang telah bergabung dalam program tenaga cadangan kesehatan di seluruh Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia sudah cukup baik dalam menangani bencana.

“Indonesia punya segala fenomena bencana seperti gempa, erupsi, banjir, tsunami, tanah longsor dan lain sebagainya. Maka dari itu, salah apabila kita harus belajar cara penanganan bencana ke luar negeri. Seharusnya mereka yang belajar kepada kita mengenai penanganan bencana,” ujar Sumarjaya.

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H