Kabupaten Malang – Ismiati Solihah, seorang ibu rumah tangga sukses menjalankan bisnis kue bolen dan brownis hingga menembus luar negeri.
Rumahnya di jalan Borobudur Agung Kota Malang, menjadi galeri sekaligus tempat produksi usahanya sejak 2015 lalu.
Sehari-hari, Ismiati Solihah dibantu 3 karyawan dalam memproduksi puluhan kotak bolen dan brownis coklat.
Ismi mengaku, kue bolen dan brownis buatannya ini awalnya hanya dijajakan saat ada kegiatan di lingkungannya. Lantaran banyak yang suka, para tetangga meminta ismi untuk membuatkan bolen saat akan membawakan oleh-oleh untuk keluarganya.
Melihat potensi itu, ismi pun akhirnya memberanikan diri untuk menjualnya melalui online.
“Awalnya kan hanya buat untuk kegiatan di RT dan RW saja, lalu dari situ banyak yang pesan jadi sekalian saja coba jualan online dengan nama Bolen Malang,” ungkap Ismi, Kamis (17/10/24).
Bolen buatan Ismi ini memiliki ciri khas dimensi yang lebih besar dan isian yang lebih tebal. Saat ini, bolen buatannya memiliki beberapa varian rasa mulai dari keju, pisang, coklat dan apel.
“Kota Malang kan dikenal sebagai kota apel, jadi saya ingin buat rasa yang khas sekaligus sebagai ciri khas bolen saya,” tambah Ismi.
Kini Bolen buatan Ismi ini telah banyak dikenal pembeli dari luar daerah. Tak hanya di Jawa Timur, Bolen buatannya ini telah dikirim ke berbagai wilayah di Nusantara bahkan ke luar negeri.
“Ya pernah juga kirim ke luar negeri seperti Hongkong, Malaysia, Singapura dan Paris,” ujarnya.
Satu kotak bolen ini dijual dengan harga Rp 40.000 hingga Rp 60.000. Sementara untuk kue brownis dijual dengan harga Rp 25.000 per kotak.
“Sebulan bisa masing-masing 2000 kotak, kalau diuangkan bisa 40 sampi 50 juta,” tutup Ismi. (*)




















