Kabupaten Malang – Keluarga korban Tragedi Kanjuruhan menggelar doa bersama memperingati tragedi pilu dalam dunia sepak bola Indonesia.

Doa bersama yang rutin digelar setiap tahun ini dilakukan di depan pintu 13 Stadion Kanjuruhan, Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang, Selasa (01/1/24) sore. Pintu 13 tersebut merupakan salah satu saksi bisu, dalam peristiwa yang terjadi tepat 2 tahun lalu itu.

Dibawah guyuran hujan, keluarga dan Aremania tetap khusuk memanjatkan doa pada Tuhan Yang Maha Esa. Lantunan kalam Ilahi mengiringi harapan keluarga, agar para korban mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan.

Kholifatul Nur, salah satu keluarga korban menyatakan terimakasih kepada semua yang ikut dalam doa bersama ini. Dalam peristiwa 2 tahun lalu itu, putranya Jovan Farellino Yuseifa Pratama Putra (15) menjadi salah satu korban meninggal.

“Alhamdulillah acaranya lancar banyak yang mengikuti,” kata Ifa sapaan akrabnya saat ditemui usai mengikuti doa bersama, Selasa (1/10/24).

Tak hanya dari Malang, rombongan Aremania dari luar kota juga datang untuk mendoakan 135 korban di malam kelabu 2 tahun lalu itu.

“Yang hadir alhamdulillah banyak. Tadi siang dari luar kota juga hadir, ada rombongan dua bus yang kembali duluan tadi,” ungkapnya.

Ifa berharap, momen ini sebagai refleksi semua pihak untuk memperbaiki pengelolaan sepak bola Indonesia menjfi lebih baik.

“Saya berharap kedepan tidak ada peristiwa semacam ini”, pungkas Ifa.

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H