MALANG – Film Kupu-Kupu Kertas dirilis ulang di seluruh Bioskop Indonesia, Kamis (26/9/2024). Salah satu Bioskop di Kota Malang yang juga menayangkan film itu yakni Araya XXI.

Bioskop tersebut menayangkan Film Kupu-Kupu Kertas pukul 12.00 WIB, 14.10 WIB, 16.20 WIB, 18.30 WIB dan 20.40 WIIB. Untuk menyaksikan film berdurasi 113 menit itu cukup merogoh kocek sebesar Rp 35 ribu per orang.

  • Sempat Ditarik di Peredaran

Film Kupu-Kupu Kertas sempat ditarik dari peredaran hanya beberapa hari setelah tayang di bioskop pada 7 Februari 2024 lalu. Alasan film itu ditarik dari peredaran, karena membawa tema sensitif dan menjelang pemilihan presiden beberapa waktu lalu.

Film Kupu-Kupu Kertas sendiri berhasil mencuri perhatian netizen saat awal penayangannya. Terbukti, film tersebut mampu menembus trending pencarian Google, Kamis, (26/9/2024) hari ini.

  • Sinopsis Film

Film Kupu-Kupu Kertas memiliki latar belakang kehidupan di wilayah Banyuwangi pada era tahun 1965 silam. Saat itu, organisasi Partai Komunis Indonesia (PKI) masih aktif dan berdampingan dengan ormas Islam terbesar di tanah air, Nahdlatul Ulama (NU). Hubungan kedua organisasi ini tidak harmonis akibat perebutan lahan.

Alkisah, terdapat pemuda bernama Ihsan yang lahir dan tumbuh di kalangan warga NU. Ia jatuh cinta dan menjalin hubungan dengan Ning. Kekasihnya itu berasal dari keluarga pendukung PKI.

Meski cinta tumbuh bersemi di antara Ning dan Ihsan, namun tidak demikian dengan keluarga mereka. Perebutan lahan ditambah perbedaan ideologi keduanya, membuat perseteruan makin memanas. Apalagi santer beredar kabar bahwa simpatisan PKI, telah melakukan penculikan jenderal secara biadab.

Ayah Ning, Rekoso, justru makin berani bertindak demi mendapatkan lahan yang diinginkan. Ia tak segan menumpahkan darah. Rekoso dibantu oleh Busok yang sukarela dalam membantunya karena menyukai Ning.

Aksi nekat mulai disusun Rekoso dan kawan-kawannya. Ia mencegat kakak Ihsan, Rasjid, yang sedang bersama puluhan anggota Ansor. Pertemuan berlanjut dengan perkelahian yang berujung pada tewasnya sebagian anggota Ansor.

Keluarga Ihsan tidak terima. Ia lalu bersama jamaah NU lainnya merencanakan perlawanan pada simpatisan PKI. Situasi pun makin memanas.

Di sisi lain, hubungan Ihsan dengan Ning pun juga di ujung tanduk. Mereka berada dalam dilema antara mempertahankan hubungan cinta, atau mengikuti kemauan orang tua yang tidak merestui.

  • Sutradara dan Para Pemain

Sejoli kekasih di Film tersebut adalah Ning dan Ihsan. Ning diperankan aktris berbakat, Amanda Manopo. Sementara Ihsan dimainkan Chicco Kurniawan. Artis lainnya yang mendukung antara lain Samo Rafael, Iwa Kusuma, hingga Reza Oktovian.

Tata adegan dalam film ini mendapatkan arahan dari sutradara Emil Heradi. Jalan ceritanya disusun bersama antara Rahabi Mandra, Jocelyn Coroelia, dan Denny Siregar. Lokasi syuting berada di Kediri, Jawa Timur. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H