Kabupaten Malang – Kementerian Pertanian, TNI, dan Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan panen raya padi di Desa Sedayu, Turen, Malang, Senin (23/9).

Kepala Balai Pengujian Standar Instrumen Pertanian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (BPSI Jestro) – BSIP, Nurdiah Husnah, menyampaikan bahwa panen raya ini adalah bagian dari program Perluasan Areal Tanam (PAT) yang dikelola oleh Kodim TNI Angkatan Darat di lahan milik UIN Maulana Malik Ibrahim.

“Hasil panen mencapai 9,3 ton dengan jenis inbrida varietas Ciberes. Provitas atau kapasitas produksi tanaman mencapai 9 ton per hektar, menunjukkan hasil yang sangat baik,” kata Nurdiah.

Program ini melibatkan sinergi antara pemerintah daerah Malang dan Batu, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), petani, Babinsa, serta Persit. Melalui kerja sama ini, lahan tidur seluas 2 hektar berhasil diolah dan menghasilkan padi dengan produktivitas tinggi. Keberhasilan ini juga didukung oleh program pompanisasi yang menyediakan pompa air sebagai solusi pada musim tanam.

“Tingginya produksi padi saat musim kemarau menjadi bukti pengelolaan tanam yang baik oleh Kelompok Tani Desa Sedayu,” tambah Nurdiah.

Program tanam terintegrasi ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Pertanian di bawah Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Dengan keberhasilan panen di musim kemarau, diharapkan hasil produksi akan lebih meningkat di musim penghujan mendatang.

Komandan Resor Militer (Danrem) 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf Setyo Wibowo, dan Komandan Distrik Militer (Dandim) 0818/Malang-Batu, Letkol Inf Yuda Sancoyo, yang hadir dalam acara tersebut, menyampaikan bahwa kolaborasi antara dinas pertanian dan dinas pariwisata Kota Batu mampu memperkuat ketahanan pangan. Kota Batu sebagai tujuan wisata sangat memerlukan pasokan bahan pangan, terutama beras.

Dalam panen raya ini, upaya perluasan areal tanam terus didorong dengan memanfaatkan lahan tidur, lahan kering, serta program tanam cepat dan pemanfaatan pompanisasi. Pemanfaatan lahan tidur dengan berbagai tanaman pangan dan hortikultura sangat membantu dalam menjaga ketersediaan ketahanan pangan.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan bahwa program pompanisasi merupakan solusi efektif untuk meningkatkan produksi dan produktivitas petani.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada aparat desa setempat yang telah mendukung keberhasilan program ini sehingga mampu menghasilkan produksi yang signifikan,” ungkap Nurdiah sebagai penutup.

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H