Kabupaten Malang – Indonesia adalah salah satu negara di dunia yang mengadopsi sistem berkendara di lajur kiri. Hanya sedikit negara yang menggunakan sistem lajur kiri dalam berkendara. Sebagian besar negara di dunia, terutama di Eropa daratan dan Amerika Serikat, mengadopsi sistem berkendara di lajur kanan.

Negara yang menggunakan lajur kiri adalah negara bekas jajahan Inggris, seperti Malaysia, Singapura, Australia, India, Jepang, dan Afrika Selatan. Meskipun ada beberapa pengecualian seperti Indonesia dan Jepang.

Secara global, sejarah pengaturan berkendara di lajur kiri ini sebenarnya berakar dari zaman kuno. Pada era itu, ketika alat transportasi masyarakat menggunakan kuda, mereka menggunakan lajur kiri dengan alasan utama agar tangan kanan mereka, dapat digunakan untuk bertahan atau menyerang jika terjadi pertikaian saat berkuda.

Negara-negara seperti Inggris mempertahankan tradisi ini hingga sekarang, dan karena pengaruh kolonial Inggris di berbagai belahan dunia, banyak negara lain juga mengikuti sistem yang sama, termasuk Jepang, Australia, dan sebagian besar negara bekas jajahan Inggris.

Sedangkan sejarah penggunaan sistem lajur kiri kendaraan di Indonesia itu tidak lepas dari pengaruh kolonial, terutama saat Indonesia berada di bawah pemerintahan Hindia Belanda.

Pada masa kolonial, Belanda menerapkan berbagai kebijakan dan sistem yang diadopsi dari negara mereka sendiri, salah satunya adalah aturan berkendara di lajur kiri. Belanda sendiri mengadopsi sistem ini berdasarkan standar yang mereka ambil dari Inggris pada awal abad ke-19.

Pasca Indonesia merdeka pada tahun 1945, banyak kebijakan kolonial yang diubah atau dihapus. Namun, penggunaan lajur kiri untuk berkendara tetap dipertahankan. Hal ini kemungkinan besar disebabkan oleh infrastruktur jalan yang sudah dibangun berdasarkan sistem tersebut dan adaptasi masyarakat yang sudah terbiasa dengan pengaturan itu.

Undang-Undang Lalu Lintas di Indonesia, yang mengatur segala aspek tentang aturan berkendara, tetap mempertahankan penggunaan lajur kiri sebagai standar. Pada dasarnya, pengemudi di Indonesia harus tetap berada di lajur kiri kecuali untuk mendahului kendaraan lain.

Kelebihan Penggunaan Lajur Kiri Kendaraan Menurut Para Ahli

Penggunaan lajur kiri kendaraan, meskipun hanya diadopsi oleh sebagian kecil negara di dunia, memiliki beberapa kelebihan yang didukung oleh sejumlah ahli transportasi dan sejarah.

Secara global, lebih dari 35% populasi dunia tinggal di negara yang menerapkan sistem ini, termasuk Indonesia, Jepang, Inggris, India, dan Australia.

Para ahli mencatat, ada beberapa keunggulan penggunaan lajur kiri dibandingkan dengan lajur kanan yang umum di sebagian besar negara.

Pertama, banyak ahli yang menyebutkan bahwa salah satu keuntungan utama dari berkendara di lajur kiri adalah adaptasi terhadap mayoritas populasi dunia yang memiliki dominasi tangan kanan. Menurut penelitian oleh Transport Research Laboratory di Inggris, sekitar 85-90% populasi dunia memiliki tangan kanan yang dominan, dan berkendara di lajur kiri dianggap lebih alami bagi mereka.

Saat pengemudi duduk di sisi kanan kendaraan, tangan kiri dapat digunakan untuk mengendalikan kemudi dengan stabil, sementara tangan kanan yang lebih kuat digunakan untuk mengoperasikan gigi dan kontrol lainnya. Ini memberi pengemudi kontrol yang lebih baik dan memungkinkan respons yang lebih cepat dalam situasi darurat.

Kedua, ahli keselamatan lalu lintas seperti Dr. Robert B. Noland, profesor transportasi di Rutgers University, menyebutkan bahwa sistem lajur kiri cenderung lebih aman di persimpangan jalan. Alasannya, jika pengemudi ingin berbelok ke kanan (yang setara dengan belok kiri di sistem lajur kanan) memiliki jarak pandang yang lebih baik terhadap kendaraan yang mendekat. Ini mengurangi risiko kecelakaan di persimpangan.

Hal ini diperkuat oleh penelitian dari Monash University Accident Research Centre di Australia, negara-negara yang menggunakan lajur kiri memiliki tingkat kecelakaan lebih rendah di area persimpangan dibandingkan dengan negara-negara lajur kanan.

Ketiga, sebuah studi dari London School of Economics menunjukkan bahwa di negara-negara dengan sistem berkendara lajur kiri, pejalan kaki yang menyeberang jalan cenderung lebih aman. Hal ini berkaitan dengan cara orang secara alami melihat ke arah kiri terlebih dahulu saat akan menyeberang jalan. Karena kendaraan datang dari sisi kanan di sistem lajur kiri, risiko kecelakaan karena pejalan kaki yang kurang waspada terhadap arah kendaraan berkurang.

Studi lain oleh University of Tokyo juga menemukan bahwa negara-negara yang menggunakan lajur kiri memiliki tingkat kecelakaan yang melibatkan pejalan kaki lebih rendah, terutama di daerah perkotaan yang padat.

Keempat, penggunaan lajur kiri dianggap lebih efisien dalam desain jalan dan jembatan tertentu. Menurut Institute of Highway Engineers di Inggris, jembatan dan terowongan yang dirancang untuk sistem lajur kiri lebih hemat ruang karena pengemudi memiliki kontrol lebih baik saat menikung. Ini juga mengurangi kebutuhan akan infrastruktur tambahan, seperti tanda-tanda peringatan dan marka jalan yang lebih banyak.

Ahli teknik sipil seperti Dr. Makoto Hirata dari Jepang juga berpendapat bahwa sistem lajur kiri membuat desain bundaran lebih efisien dan aman. Di negara-negara seperti Jepang dan Inggris, bundaran sangat umum, dan sistem lajur kiri memungkinkan arus lalu lintas yang lebih lancar.

Kelima, sistem lajur kiri memberikan keuntungan saat pengemudi ingin mendahului kendaraan lain. Karena pengemudi berada di sisi kanan kendaraan, mereka memiliki pandangan yang lebih jelas terhadap jalur yang berlawanan. Ini mengurangi risiko kecelakaan frontal saat mendahului, yang merupakan salah satu penyebab utama kecelakaan fatal di jalan raya. Menurut laporan dari World Health Organization (WHO), negara-negara dengan lajur kiri memiliki angka kecelakaan akibat mendahului yang lebih rendah dibandingkan negara-negara dengan lajur kanan.

Dan keenam, Penelitian yang dilakukan oleh International Road Traffic and Accident Database (IRTAD) menunjukkan bahwa negara-negara yang menggunakan lajur kiri cenderung memiliki tingkat kecelakaan lalu lintas yang lebih rendah secara global. Meskipun hal ini juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti kebijakan keselamatan dan kualitas infrastruktur, ahli percaya bahwa sistem lajur kiri berkontribusi terhadap keselamatan jalan yang lebih baik.

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H