Kabupaten Malang – Salah satu lokasi favorite musim panas yang diminati masyarakat yakni Candi Sumberawan di Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Selain pemandangannya asri dan sejuk, Candi Sumberawan diminati karena wisata alam dan budayanya.

Candi Buddha peninggalan Kerajaan Singasari ini, terletak di utara Kota Malang, tepatnya di kaki Gunung Arjuna. Jaraknya sekitar 2 kilometer dari Candi Singasari, Malang.

Bangunan candi ini berbentuk unik, berupa stupa ukuran besar. Stupa tersebut dibangun di atas ketinggian 650 meter di atas permukaan laut dan terbuat dari batu andesit dengan ukuran luasannya sekitar 6,25 meter dan tinggi 5,23 meter. Candi ini juga diyakini dibangun setelah Candi Borobudur.

Menuju ke lokasi candi ini tidaklah sulit. Bisa memanfaatkan sepeda motor. Sepanjang perjalanan, suasana sejuk menyambut. Kanan kiri banyak tanaman serta ladang, sehingga tidak serasa lelah selama perjalanan.

Saat tiba di lokasi tujuan, kita bisa memarkir kendaraan di area parkir, kemudian langsung menuju tiket masuk wisata Sumberawan Rp 5 ribu per orang.

Setelah membeli tiket, pengunjung bisa langsung berjalan masuk area perhutani yang biasa digunakan untuk tempat perkemahan. Selanjutnya menuju ke lokasi candi.

Setiba di area candi, pengunjung akan disambut dengan patung selamat datang. Ada dua patung, terletak di bagian kanan dan kiri. Sebelum masuk ke area candi, pengunjung dianjurkan untuk daftar ke petugas dan menulis nama serta alamat dan tujuannya ke candi, sambil menyumbang uang seikhlasnya untuk biaya perawatan kebersihan di lingkungan candi.

Setelah memberikan uang seikhlasnya, pengunjung pun bisa leluasa untuk berkunjung menikmati suasana candi, disambut dengan hamparan taman yang beraneka ragam tanamannya. Ada yang sudah berupa pohon menjulang tinggi, ada juga beragam bunga.

Di bagian utara candi, terdapat tumpukan bekas dari stupa yang tidak ikut terbangun. Beragam batuan ditumpuk dengan rapi. Kemudian di bagian barat terdapat juga ruang meditasi, dan sumber air bernama Air Kehidupan dan Sendang Kederajatan yang biasa digunakan masyarakat untuk ritual ngalap berkah.

Di Candi Sumberawan, terkenal dengan sumber air yang tak pernah mengering. Air tersebut sangat jernih. Bahkan, banyak dimanfaatkan untuk sumber air warga.

Candi ini memiliki sumber air besar di bagian bawahnya. Untuk itu, tempat tersebut disebut sebagai sumberawan yang artinya, berdiri di atas sumber. Sedangkan, rawan itu dahulu telaga atau rawa, dan setelah dirawat saat ini menjadi lebih bagus.

“Candinya berdiri di atas sumber, makanya dinamakan Candi Sumberawan. Rawan itu dulu telaga, rawa-rawa,” kata Ida, petugas Balai Pelestarian Cagar Budaya BPCB Jawa Timur di Candi Sumberawan.

Di area Candi Sumberawan terdapat dua sumber mata air dari yang keluar dari dasar bangunan candi. Dua sumber mata air ini yakni, sumber mata air kehidupan untuk kesehatan, lokasinya di pojok sebelah candi, di dalamnya ada patung kura-kura. Biasanya warga yang sakit membawa jurigen atau botol untuk mengambil air di sumber kura-kura.

Minum air di sumber kehidupan ini, dipercaya menjaga kesehatan tubuh. Airnya jernih dan segar. Berbagai penyakit apapun jika minum air sumber kehidupan akan sembuh.

“Banyak warga percaya sembuh dari penyakitnya setelah minum air sumber kura-kura. Dulu ada pengunjung yang datang terkena stroke menggunakan kursi roda, beberapa minggu kemudian kesini lagi jalan kaki. Mungkin mereka yakin dan berdoa ingin sembuh, akhirnya Tuhan memberikan kesembuhan,” tandasnya.

“Candinya berdiri di atas sumber, makanya dinamakan Candi Sumberawan. Rawan itu dulu telaga, rawa-rawa,” sambung Ida.

Di area Candi Sumberawan, terdapat dua sumber mata air dari yang keluar dari dasar bangunan candi. Dua sumber mata air ini yakni, sumber mata air kehidupan untuk kesehatan, lokasinya di pojok sebelah candi, di dalamnya ada patung kura-kura. Biasanya warga yang sakit membawa jurigen atau botol untuk mengambil air di sumber kura-kura.

Minum air di sumber kehidupan ini dipercaya menjaga kesehatan tubuh. Airnya jernih dan segar. Berbagai penyakit apapun jika minum air sumber kehidupan akan sembuh.

“Banyak warga percaya sembuh dari penyakitnya setelah minum air sumber kura-kura. Dulu ada pengunjung yang datang terkena stroke menggunakan kursi roda, beberapa minggu kemudian kesini lagi jalan kaki. Mungkin mereka yakin dan berdoa ingin sembuh, akhirnya Tuhan memberikan kesembuhan,” kata Ida.

Selain sumber kura-kura, di pojok selatan ada Sendang Kederajatan. Tempat ini kerap digunakan pengunjung untuk mandi. Tak jarang, airnya pun juga sering diambil oleh pengunjung.

Konon katanya tempat ini menjadi jujukan para putri raja. Sumber mata air di Sendang Kederajaan dahulu kala dimanfaatkan para putri raja untuk membasuh diri.

Tak heran jika sampai saat ini, sendang kederajatan yang berada dibawah pohon beringin tersebut, diyakini masyarakat bisa mengabulkan seluruh keinginannya. Tidak hanya masyarakat biasa atau pelaku ritual saja yang datang ke sini.

“Tujuannya macam-macam, tergantung hajat dari pengunjung itu sendiri minta kepada Tuhan YME. Yang datang kesini bermacam-macam agama dan keyakinan,” pungkasnya.

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H