Kabupaten Malang– Dinas pendidikan Kabupaten Malang mengelar pameran yang bertajuk “Berbudaya, Ekonomi Kreatif dan Pariwisata global”. Peserta pameran terdiri 44 stan dari lembaga pendidikan dari 33 Korwil, 7 Korwed SMP, kemudian dari PGRI, PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat).

Pameran dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Malang itu, dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Malang, Jalan Panji, Kecamatan Kepanjen, Kamis (19/9/2024).

Salah satu stand dari Korwil Dinas Pendidikan, Kecamatan Pakisaji, mengambil tema budaya pembuatan Topeng Bapang atau yang lebih dikenal dengan Topeng Malangan. Pembuatan topeng dengan bahan baku spon ini, dikerjakan oleh siswa Sekolah Dasar.

Menurut Ramadhan Al Ayubi, salah seorang guru yang mendampingi di stand pameran mengatakan, dengan membuat Topeng Bapang dari bahan spon, untuk lebih mempermudah bagi siswa dan siswi Sekolah Dasar.

“Anak-anak bisa langsung bisa mewarnai sesuai dengan karakter topeng bapang, mereka tidak bisa mewarnai sembarangan karena topeng bapang ini warnanya ada pakemnya,” kata Ramadhan.

Untuk proses pembuatan topeng bapang sendiri, awalnya spon di masukam kedalam open sekitar 15 menit, kemudian spon dicetak dengan cetakan yang ada.

Topeng Malangan selama ini, pembuatannya di pusatkan di Jalan Prajurit Slamet, Dukuh Kedung Monggo, Desa Karangpandan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Topeng Bapang atau Topeng Malang ini, sudah cukup lama menjadi ciri khas asli produksi lokal di Kabupaten Malang.

Untuk melestarikan budaya ini, Korwil Dinas Pendidikan, Kecamatan Pakisaji, bakal menyeragamkan ektra kurikuler di Sekolah Dasar dengan Tari Bapang.

“Meski di sekolah tidak diwajibkan ekstra kurikuler tari bapang, namun di semua sekolah di Kecamatan Pakisaji hingga hari ini ekstra kurikulernya tari bapang,” pungkas Ramadhan.

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H