Kabupaten Malang – Tanggal 19 September pada tahun 2024 jatuh pada hari Kamis. Hari ini, 79 tahun yang lalu, tepatnya pada 19 September 1945, terjadi sebuah peristiwa bersejarah bagi bangsa Indonesia, yaitu Insiden Hotel Yamato.
Insiden Hotel Yamato adalah peristiwa perobekan warna biru pada bendera Belanda yang berkibar di Hotel Yamato (kini Hotel Majapahit). Peristiwa ini didahului oleh gagalnya perundingan antara Soedirman (residen Surabaya) dan Victor Willem Charles Ploegman untuk menurunkan bendera Belanda.
### Gerakan Pengibaran Bendera Indonesia
Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Soekarno mengeluarkan maklumat pada 31 Agustus 1945 yang menetapkan pengibaran bendera nasional, Sang Merah Putih, mulai 1 September 1945. Gerakan ini segera meluas ke berbagai sudut Surabaya.
Di lokasi-lokasi strategis, seperti Gedung Kantor Karesidenan dan Gedung Internatio, bendera dikibarkan. Ratusan pemuda dari seluruh Surabaya berkumpul di Tambaksari untuk menghadiri rapat besar yang diadakan oleh Barisan Pemuda Surabaya. Lapangan dipenuhi lambaian bendera Merah Putih dan teriakan “Merdeka”. Meski pihak Kempeitai melarang rapat tersebut, mereka tidak mampu membubarkan massa yang bersemangat.
#### Kedatangan Tentara Sekutu
Setelah Jepang menyerah, organisasi yang disebut Komite Kontak Sosial dibentuk dengan dukungan Jepang. Pada 18 September 1945, opsir Sekutu dan Belanda dari AFNEI tiba di Surabaya dan ditempatkan di Hotel Yamato, yang kemudian menjadi markas RAPWI (Rehabilitation of Allied Prisoners of War and Internees).
#### Pengibaran Bendera Belanda
Pada malam 19 September 1945, sekelompok orang Belanda di bawah pimpinan W. V. C. Ploegman mengibarkan bendera Belanda di atas Hotel Yamato tanpa izin pemerintah daerah. Aksi ini memicu kemarahan pemuda Surabaya yang merasa dihina dan berusaha mempertahankan kedaulatan Indonesia.
#### Gagalnya Perundingan
Sudirman, sebagai perwakilan Pemerintah Indonesia, berusaha berunding dengan Ploegman untuk menurunkan bendera Belanda. Namun, perundingan berakhir dengan ketegangan dan perkelahian, yang mengakibatkan Ploegman tewas. Sidik, yang terlibat, juga tewas dalam peristiwa tersebut, sementara Sudirman dan Hariyono berhasil melarikan diri.
#### Perobekan Bendera Belanda
Setelah mendengar keributan, pemuda Surabaya menyerbu Hotel Yamato. Dalam kekacauan, Hariyono dan Kusno Wibowo berhasil menurunkan bendera Belanda, merobek bagian birunya, dan mengibarkan kembali bendera Merah Putih. Tindakan ini disambut sorakan meriah dari massa di luar hotel.
#### Dampak Insiden Hotel Yamato
Insiden ini menjadi pemicu pertempuran pertama antara Indonesia dan tentara AFNEI pada 27 Oktober 1945. Meskipun terjadi serangan kecil, konflik ini kemudian berkembang menjadi pertempuran besar yang menyebabkan banyak korban. Akibatnya, Jenderal D.C. Hawthorn meminta Sukarno untuk meredakan situasi. Namun, gencatan senjata yang diusulkan gagal, terutama setelah tewasnya Brigadir Jenderal Mallaby, yang memicu ultimatumnya pada 10 November. Peristiwa ini berujung pada Pertempuran Surabaya, yang dianggap sebagai salah satu momen paling krusial dalam Perang Kemerdekaan Indonesia dan diperingati sebagai Hari Pahlawan.




















