Kabupaten Malang – Guna mensosialisasikan dan mempersiapkan risiko gempa bumi megathrust segmen yang diprediksi terjadi di selat sunda, serangkaian pelatihan simulasi bencana terus digagas sejumlah Relawan tanggap bencana di Kabupaten Malang.

Sejumlah simulasi dan latihan terus dilakukan para relawan ini, agar mampu bertindak cepat dalam penanganan bencana alam yang kini kerap terjadi.

Guna mengasah keterampilan dan kesigapan menangani darurat kebencanaan, salah satunya dilakukan Forum Komunikasi Kemanusiaan Relawan Malang Raya (FK2MR). Bertempat di aliran sungai Brantas Desa Karang Duren, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, sejumlah komunitas dari relawan kemanusiaan dan juga BPBD, terjun langsung dalam simulasi penanganan bencana ini.

Sejumlah materi penanganan berbagai bencana disuguhkan. Mulai dari bencana yang terjadi di daratan, hingga lokasi tanggap darurat bencana di sektor air turut dibekalkan kepada para relawan.

Dalam skenario simulasi, dipraktekkan untuk menjangkau penanganan kepada seluruh lapisan masyarakat bila bencana terjadi. Skenario ini meliputi cara menghadapi bencana gempa di berbagai tempat, seperti rumah sakit, pemukiman padat penduduk, pasar, sekolah, bahkan gedung perkantoran. Serta bencana yang terjadi di sungai.

Menurut Sarjono, Ketua Agenda Simulasi dan Pelatihan Tanggap Bencana, mengatakan, pihaknya mengandeng sejumlah komunitas relawan dari berbagai kalangan. Serta para petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah yang ada di Malang. Hal itu, sebagai pembekalan standart penanganan bagi para relawan dalam menghadapi penanggulangan bencana alam di tengah masyarakat.

“Selain menyiapkan kesiapan tenaga relawan untuk mampu tangkas dalam aktifitasnya ditengah bencana, kami juga mensosialisasikan kepada masyarakat agar peka bertindak saat bencana terjadi,” ungkap Sarjono, Selasa (17/9/2024).

Dalam acara pelatihan keterampilan pada relawan dalam penanganan bencana alam ini, ia menekankan simulasi juga bertujuan untuk menguji standar operasional darurat bencana yang ada. Serta memastikan bahwa masyarakat, tetap tenang menghadapi potensi bencana karena memahami prosedur penyelamatan.

“Orientasi kami ke depan, kami akan memperkuat kordinasi dari segala lini komunitas potensi relawan hingga steakholder terkait yaitu BPBD di Malang Raya. Agar bisa satu komando dalam penanganan dan antisipasi bencana alam,” ujarnya.

Sementara itu, Senior Relawan di Malang, Hadi berharap, dengan adanya pelatihan keterampilan ini, maka mampu meningkatkan kemampuan dalam melakukan pertolongan kepada masyarakat yang tentunya, juga mengedepankan keselamatan kepada para relawan dalam bertugas.

“Dengan wadah ini, kita bisa bersinergi dengan banyak instruktur yang berpengalaman dan bersertifikat. Sehingga mampu meningkatkan kemampuan para relawan,” tegas Hari.

FK2MR juga berharap, semakin banyaknya komunitas potensi relawan yang sudah ada di Malang Raya, untuk mampu saling berbagi pengalaman dalam meningkatkan keahlian para relawan sesuai dengan prosedural yang menjadi standar penanganan bencana. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H