Kota Malang – Kalangan akademisi serta organisasi masyarakat di Kota Malang, Jawa Timur, mendirikan sebuah perkumpulan bernama Genzi. Komunitas Genzi ini adalah perkumpulan anak – anak muda generasi Z (Gen Z) yang akan dilatih agar memiliki jiwa sosial tinggi dan mendorong generasi muda menjadi generasi optimis, tangguh dan bukan menjadi generasi penuh kecemasan yang selalu mengalami tingkat stress tinggi.
Koordinator Pembina Genzi Pusat Abdul Rozak mengatakan Genzi didirikan dengan harapan memberikan semangat dan edukasi terutama generasi muda bahwa ke depan mereka akan jadi pemimpin. Dia menilai Gen Z saat ini merupakan generasi yang mudah cemas,mengeluh, memiki sikap acuh, serta memiliki emosi yang labil.
“Dari hasil diskusi, generasi muda saat ini adalah generasi penuh kecemasan. Jadi bagaimana bangsa kita ke depan nantinya. Untuk itu kami bentuk komunitas Genzi yang mewadahi anak – anak muda. Komunitas Genzi ini baru pertama kali dibentuk di Malang, sebelumnya kita bentuk di Gorontalo. Genzi berdiri sudah 5 tahunan ,” ungkap Abdul Rozak, Jumat (13/9/2024).
Ia menjelaskan, bonus demografi di Indonesia cukup besar dengan angka sekitar 27 persen dari Gen Z yakni generasi yang lahir antara tahun 1997 dan 2012. Namun, faktanya, Gen Z bukan generasi tangguh. Untuk itu, komunitas ini dibentuk dengan tujuan memberikan kesadaran bahwa mereka adalah leader ke depannya sehingga harus disiapkan dengan berbagai bekal termasuk keagamaan.
“Di tengah nasionalisme, kita harus kuatkan. Bahwa ini menjadi bukti komitmen kami untuk menguatkan dan kolaborasi dengan elemen lain. Kami siapkan dengan keagamaan, melalui usaha ibadah Genzi umroh dan haji. Kemudian entrepreneurship juga,” pungkasnya.
Sementara itu pelindung Genzi Pusat Irjen. Pol. Purnawirawan Rachmad Fudail mengatakan Genzi dibentuk untuk mengajarkan anak- anak muda berjiwa sosial tinggi. Mereka juga dilatih dalam kegiatan bagi – bagi makanan maupun sembako gratis ke masyarakat.
“Ini bagian dari kepedulian generasi muda ke masyarakat. Kegiatan ini murni sosial, kami tidak berpolitik. Mudah-mudahan bisa berkelanjutan dan bisa membantu masyarkat mendapatkan makan gratis,” kata Rachmad Fudail, Jumat (13/9/2024).
Mantan Kapolda Gorontalo periode 2016-2019 tersebut mengaku untuk mengawali kegiatan bagi-bagi makanan gratis ini, pihaknya menyiapkan 150 nasi kotak yang dibagikan ke masyarakat. Ke depan, diharapkan jumlah itu bisa semakin bertambah.
“Untuk hari ini 150 kotak. Kami upayakan setiap Jumat diberikan ke warga tukang sapu jalan, atau siaa yang kira-kria pagi belum makan, kami siapkan. Di Malang memang banyak makan gratis, tapi kami upayakan untuk bergerak langsung ke masyarakat,” ujar Rachmad Fudail.




















