Kota Malang – Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur, mendirikan Museum aktivis pejuang Hak Asasi Manusia (HAM) Munir Said Thalib di Gedung B Fakultas Hukum UB. Museum ini didirikan untuk menghormati jasa dan perjuangan Munir menegakkan HAM di Tanah Air.
Dekan Fakultas Hukum UB, Aan Eko Widiarto mengatakan Museum HAM Munir didirikan, selain mengenang Munir, sebagai bentuk Dedikasi UB terhadap perjuangan Munir yang menegakkan keadilan dan HAM di Indonesia. “Museum HAM Munir ini adalah bentuk nyata dari dedikasi kami dalam menghormati dan melanjutkan perjuangan Munir dalam menegakkan keadilan dan hak asasi manusia di Indonesia,” katanya, di Malang, Kamis (29/8/2024).
Berdirinya Museum Munir tersebut,tambah Eko, juga sebagai sarana pendidikan, dan refleksi bersama. “Museum ini dapat menjadi pusat edukasi dan refleksi bagi masyarakat, terutama generasi muda, tentang pentingnya menjaga HAM,” ujarnya.
Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Sumber Daya UB, Ali Safaat menambahkan, museum ini nantinya juga dimanfaatkan oleh mahasiswa dan masyarakat.
“Ini adalah langkah penting dalam menjaga memori tentang perjuangan Munir tetap hidup. Saya berharap museum ini tidak hanya menjadi tempat mengenang, tetapi juga menjadi tempat kajian HAM dan pelestarian nilai – nilai kemanusiaan, serta bisa menginspirasi bagi semua kalangan untuk terus berjuang demi keadilan dan HAM di negeri ini,” jelasnya.
Museum HAM Munir ini dilengkapi dengan berbagai koleksi perjalanan hidup dan perjuangan Munir. Di dalamnya ada meja kerja Munir dan dokumen-dokumen penting milik Munir, foto, patung Munir serta artefak yang menggambarkan dedikasinya terhadap penegakan HAM.




















