Kabupaten Malang – Pemerintah Kabupaten Malang, Jawa Timur, memberikan bantuan bahan bokok berupa telur ayam maupun daging ayam untuk 27.636 keluarga rentan stunting. Pemberian bantuan ini sebagai bagian program dari pemkab untuk menekan stunting.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Malang Mahila Surya Dewi mengatakan bantuan pangan ini dilaksanakan selama 2024. Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap selama bulan Agustus hingga Desember 2024.

Bantuan ini, kata dia, diberikan setiap minggu selama enam kali dengan harapan Kabupaten Malang zero stunting 2024.

“Total keseluruhannya ada 27.636 kepala keluarga yang menerima, dengan disalurkan secara bertahap. Tahap pertama, di tiga kecamatan yakni Pakisaji, Bululawang dan Wagir,” jelas Mahila Senin (26/8/2024).

Ia menjelaskan di Kecamatan Pakisaji, ada sebanyak 724 keluarga yang akan menerima bantuan tersebut. Mereka menerima satu paket bantuan berupa satu ekor ayam dan telur sebanyak 10 butir.

Data penerima bantuan tersebut diperoleh dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pusat. Sehingga, warga tidak perlu lagi mendaftar untuk memperoleh bantuan tersebut.

“Bantuan ini beda dengan bantuan beras SPHP. Kalau bantuan rentan stunting ini meliputi balita, ibu hamil, ibu menyusui dan kriteria lain,” jelasnya.

Ia berharap bantuan ini memang sesuai peruntukannya dan tidak dijual. “Kami persuasif agar ayamnya tidak dijual. Karena tujuan pemerintah ini adalah untuk mengentas supaya zero stunting di Kabupaten Malang,” pungkasnya. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H