Kabupaten Malang – Warga Dusun Lowok, Desa Permanu, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, gelar sarasehan kebudayaan di Sanggar Ngesti Pandawa.

Pada pembukaan acara sarasehan ini, disambut dengan Tari Topeng Malangan oleh anak-anak muda setempat. Diiringi dengan musik gamelan, menjadikan suasana khidmat seakan mengisyaratkan bahwa kebudayaan dan kesenian di Dusun Lowok ini benar-benar dijaga dan dirawat.

Kata Kepala Dusun (Kasun) Lowok, Sudarmaji mengatakan anak-anak yang menari topeng ini adalah generasi baru. Hingga hari ini, banyak anak-anak yang terlibat dan mengikuti latihan tari topeng dan karawitan di Sanggar Ngesti Pandawa ini.

“Hampir setiap satu pekan sekali, mereka latihan. Ada pelatihnya dari pemuda sini. Yang ikut latihan pun berjenjang. Mulai dari anak usia SD hingga SMA, bahkan ada yang sudah bekerja pun, masih antusias untuk belajar topeng. Sebagian pemuda lainnya juga ada yang belajar karawitan,” terang Sudarmaji

Untuk sarasehan sendiri, ungkap Sudarmaji, merupakan salah satu komitmen bersama oleh warga setempat untuk terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia. Untuk sarasehan kali ini, merupakan kolaborasi warga dengan mahasiswa yang sedang melaksanakan KKN di Desa Permanu. Yang diundang sebagai narasumber pada sarasehan kali ini dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang dan Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kota Malang yang juga mengelola Kampung Budaya Polowijen Kota Malang.

Menurutnya, sejak ada inisiasi mulai tahun 2017 warga setempat, juga bersama Pemerintah Desa (Pemdes) Permanu, terus menerus berusaha memperbaiki dan ingin lebih eksis.

”Lebih dari itu, kami ingin menjaga, merawat, dan melestarikan warisan kesenian dan kebudayaan dari leluhur kami,” kata Sudarmaji.

Sementara itu Kepala Desa Permanu, Edi Suharmadji, pihak pemerintah desa Permanu, memiliki komitmen untuk membesarkan kesenian Topeng di Dusun Lowok ini, bahkan dari segi anggaran Pemerintah desa siap mensupportnya.

“Secara anggaran, di tahun ini, dari pemerintah desa Permanu telah mengalokasikan untuk kesenian topeng di Lowok ini. Nominalnya memang tidak seberapa besar, tapi ini sebagai wujud komitmen kami untuk kesenian dan kebudayaan disini,” tutupnya

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H