Malang – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mengungkapkan transaksi ekonomi event Malang Flower Carnival yang digelar di Bundaran Tugu Balai Kota Malang, pada Minggu (25/8/2024) mencapai Rp7 miliar. Transaksi tersebut digulirkan dari perolehan pelaku UMKM, home stay dan hotel.

Pj. Walikota Malang, Iwan Kurniawan mengatakan event spektakuler ini mampu menarik perhatian berbagai kalangan, mulai dari warga, wisatawan dari berbagai daerah maupun mancanegara. Menurutnya, even ini efektif untuk meningkatkan sektor ekonomi kreatif dan menguatkan citra Kota Malang sebagai destinasi pariwisata.

Dia menjelaskan Malang Flower Carnival yang diikuti 377 peserta ini menjadi multiplier effect terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Malang.

Pemkot Malang mencatat, selain berasal dari pelaku UMKM, transaksi ekonomi juga digulirkan 75 akomodasi home stay dan hotel, serta 100 operator tour paket wisata yang terjual dengan estimasi nilai transaksi ekonomi dalam gelaran Malang Flower Carnival ini mencapai 5 hingga 7 miliar rupiah.

“Ini adalah bukti bahwa Malang adalah kota yang penuh dengan kreativitas dan potensi besar dalam mengembangkan sektor pariwisata,” kata Iwan, Senin (26/8/2024).

Sebagai informasi, Malang Flower Carnival tahun ini merupakan gelaran yang ke-14 dan menjadi event karnaval yang ajeg bertahan sejak 2010. Tahun ini mengusung tema ‘The Magnificent of Arema’. Tema ini merepresentasikan semangat juang, persaudaraan, serta perpaduan seni budaya dan keindahan alam sebagai kebanggaan bersama warga Kota Malang.

“Malang Flower Carnival tahun ini merupakan perwujudan kebanggaan tersebut. Peserta karnaval, dengan kreativitas luar biasa, menampilkan kostum, dekorasi yang mencerminkan semangat dan kebanggaan Arema. Ini bukan hanya sebuah karnaval, tetapi juga sebuah perayaan identitas sebagai Arek Malang,” pungkas Iwan.

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H