Penulis : Dixs Fibriant
Ponorogo, tagarjatim.com – Seorang bocah usia 10 tahun di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, menunggui jenazah ibunya DWH (45) yang sudah tiga hari meninggal dunia di rumah. Keluarga justru tidak tahu kematian DWH, melainkan guru dari bocah malang itu yang pertama kali mengetahui.
Arin, guru sekolah dari anak DWH mengaku dirinya mengetahui kabar duka ini dari pesan masuk yang diterimanya. Ia memang sering komunikasi dengan DWH.
Secara tiba-tiba ada pesan masuk dari nomor DWH memintanya datang ke rumah. Saat itu, ada pesan masuk namun isinya bertuliskan yang membalas adalah anak didiknya, QU.
Dalam pesan singkat itu, QU mengabarkan bahwa ibunya meninggal dunia. Kaget dengan kabar itu, langsung ke rumah DWH.
“Saya telepon, diangkat. QU ngomong ibu meninggal, ibu meninggal. Hanya itu saja dan terus berulang. Saya langsung ke sini,” katanya, Selasa (26/12/2023).
Ia kaget saat ke rumah DWH yang justru tertutup. Akhirnya, ia memanggil anak didiknya itu dan meminta agar dibukakan pintu.
Dan, ternyata yang dituliskan anak didiknya benar bahwa ibunya sudah meninggal dunia.
“QU posisinya di teras. Saya minta QU membuka pintu dan benar sudah meninggal dunia. Baru laporan RT dan polisi,” kata dia.
Wakil RT Perumahan Pasadena, Wahyudin menjelaskan keluarga korban selama ini dikenal tertutup, bahkan warga tidak mengetahuia jika DWH ada di rumah. Korban yang merupakan seorang PNS tersebut tinggal dengan keluarga. Namun, saat kejadian ia hanya dengan anaknya yang berumur 10 tahun.
Ia bahkan mengetahui jika anaknya yang berumur 10 tahun itu sempat keluar beli makan. Namun, juga tidak mengatakan apa-apa.
Dirinya menduga, bahwa korban sudah meninggal sekitar tiga hari. Saat ditemukan, kondisi tubuhnya sudah mulai membengkak dan sudah mengeluarkan bau tidak sedap.
Sementara itu, polisi yang datang ke lokasi langsung melakukan olah TKP. Jasad DWH dibawa ke RSUD dr Harjono untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kapolsek Ponorogo Kota, Iptu Muhammad Sahid Mustofa mengaku polisi masih belum bisa memastikan penyebab kematian DWH.
“Belum bisa memastikan kami kapan meninggalnya. Makanya bawa ke rumah sakit,” kata dia.
Polisi juga turut mendampingi anak korban yang berusia 10 tahun itu dengan harapan bisa tegar. (*)




















