Kabupaten Malang, tagarjatim.id – Untuk memastikan ketersediaan dan harga Bahan Pokok Penting (Bapokting) jelang bulan Ramadan, Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Satgas Pangan Polres Malang terjun langsung untuk melaksankan peninjauan di Pasar Kepanjen, Kabupaten Malang, Senin (9/2/2026).

Menurut Kepala Sub Bagian Tata Usaha Deputi Keanegaragaman Konsumsi Dan Keamanan Pangan Bapanas, Puspa Dewi, peninjauan yang dilakukan oleh pihaknya bersama Satgas Pangan Polres Malang tersebut, untuk mengetahui harga dan ketersediaan Bapokting di Pasar Kepanjen masih stabil. Meskipun, harga cabe rawit sempat mengalami kenaikan.

“Harga stabil, tidak ada kenaikan yang signifikan. Cabe rawit ada kenaikan, mungkin karena cuaca ya. Tadi Rp 75.000 sama Rp 80.000 per kilogram, sebelumnya Rp 65.000 per kilogram,” tegas Puspa Dewi.

Lebih lanjut Puspa menambahkan, untuk daging ayam dan sapi juga stabil masih sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Termasuk juga beras premium dan medium.

“Tidak ada kenaikan untuk beras. Premium tadi di Rp 15.500, kalau medium Rp 14.000. Harga telur baru naik hari ini, dari Rp 28.000 ke Rp 29.000,” unkap Puspa Dewi.

Ditempat yang sama Kepala Satgas Pangan Polres Malang AKP Hafiz Prasetia Akbar mengatakan, pihaknya secara rutin telah memantau stabilitas harga Bapokting.

“Satgas Pangan secara rutin mengecek harga di pasar, kami juga sering koordinasi dengan semua dinas. Dari pengecekan sekarang, bisa dilihat harga cenderung stabil meskipun kemarin cabe sempat naik ke Rp 80.000 tapi hari ini sudah turun ke Rp 75.000,” ujar Hafiz.

Pria yang sebelumnya menjabat Kapolsek Geger Madiun ini bilang, sejauh ini belum ada temuan terkait indikasi penimbunan Bapokting. Namun demikian, Satgas Pangan Polres Malang tetap terbuka bila ada laporan dari masyarakat.

“Sejauh ini tidak ada pantauan terkait indikasi penimbunan, dilihat di Kabupaten Malang peningkatan hanya di cabe saja. Kita selalu membuka kanal komunikasi dengan pedagang dan masyarakat untuk melaporkan, apabila ada lonjakan yang mencurigakan kita bisa mengambil tindakan,” pungkas Hafiz. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H