Sidoarjo, Tagarjatim.id – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus mematangkan rencana pembangunan Sekolah Rakyat (SR) sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas pendidikan dan integrasi data sosial.
Bupati Sidoarjo menyatakan telah menyiapkan lahan seluas 9,5 hektar di kawasan Sedati yang nantinya akan terintegrasi dengan kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
Menurut Bupati Sidoarjo, Subandi menyebut jika Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, telah menyiapkan lahan seluas 9,5 hektar yang terintegrasi dengan Kampus Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) di kawasan Desa Buncitan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo.
“Terkait Sekolah Rakyat, kami sudah menyiapkan lahan seluas 9,5 hektare di Buncitan. Lokasi ini nantinya akan menjadi satu kawasan dengan kampus ITS,” ujarnya, Sabtu (07/02/2026).
Ia menjelaskan bahwa penyediaan lahan tersebut menggunakan skema tukar guling dengan pihak Sekolah Perikanan. Pemkab Sidoarjo memberikan lahan seluas 10,5 hektar sebagai kompensasi untuk mendapatkan lahan 9,5 hektar yang dinilai lebih strategis untuk pembangunan Sekolah Rakyat.
“Kami melakukan tukar guling aset dengan Sekolah Perikanan. Daripada harus melakukan pembongkaran, lebih baik dilakukan tukar guling aset. Keputusan ini diambil untuk menghindari risiko pembongkaran bangunan di masa depan sesuai dengan saran teknis dari kementerian,” terangnya.
Bandi menambahkan pada tahun ini, Pemkab berencana menggandeng Universitas Negeri Surabaya (Unesa) untuk memanfaatkan fasilitas pendidikan yang sudah ada di wilayah Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo sebagai lokasi sekolah perintis.
“Tahun 2026 kita siapkan sekolah perintis dulu. Nanti kita mau minta bantuan dari Unesa, ada sekolah yang ada di Gedangan. Mudah-mudahan nanti kita awali dengan memasukkan murid baru pada bulan Desember atau Oktober,” tambahnya.
Bupati menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur utama akan dimulai secara bertahap pada tahun 2027 setelah berkoordinasi dengan Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial.
“Sidoarjo diproyeksikan menjadi pilot project pembangunan Sekolah Rakyat di wilayah Jawa Timur, sesuai dengan instruksi pemerintah pusat,” pungkasnya.(*)



















