Kota Batu, Tagarjatim.id – Pemerintah Kota Batu menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekonomi desa melalui pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Dengan satu garis tegas, koperasi tidak boleh mematikan usaha warga yang telah lebih dulu tumbuh.

Hingga saat ini, 15 dari 24 desa dan kelurahan di Kota Batu atau lebih dari separuh wilayah telah melaksanakan pembangunan KDMP. Capaian ini disebut sebagai wujud keseriusan Pemkot Batu dalam mendukung Program Strategis Nasional sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto.

“Koperasi ini harus memperkuat ekonomi desa, bukan mematikan usaha warga. Jangan sampai kehadiran KDMP justru menyingkirkan usaha masyarakat yang sudah berjalan,” tegas Nurochman, Sabtu (7/2/2026).

Menurutnya, keberhasilan KDMP sangat ditentukan oleh perencanaan matang dan tata kelola profesional. Pengelolaan koperasi harus berbasis pemetaan potensi lokal agar terjadi keseimbangan antara koperasi dan pelaku usaha desa.

“KDMP harus dirancang secara terukur, berbasis potensi dan usaha lokal yang sudah ada. Kalau ini dijalankan dengan benar, koperasi akan menjadi penguat, bukan pesaing,” ujarnya.

Wali Kota juga menekankan pentingnya pelibatan generasi muda dalam kepengurusan koperasi guna mendukung tata kelola modern berbasis teknologi, tanpa meninggalkan peran tokoh dan senior desa sebagai pendamping.

“Anak-anak muda kita dorong masuk dalam pengelolaan agar koperasi adaptif dan modern. Para senior desa tetap berperan sebagai pendamping agar nilai kebersamaan dan kearifan lokal tetap terjaga,” jelasnya.

Lebih jauh, Nurochman menyebut KDMP diarahkan menjadi simpul distribusi strategis, mulai dari bahan pokok, pupuk, hingga hasil pertanian dan peternakan. Koperasi juga disiapkan untuk bersinergi dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“KDMP harus mampu menyerap hasil produksi petani dan peternak. Program MBG ini peluang besar agar hasil desa tidak berhenti di tengkulak, tapi terserap langsung,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto menegaskan bahwa KDMP merupakan proyek strategis nasional yang mendapat perhatian khusus dari Presiden RI, terutama terkait distribusi pangan dan kesejahteraan petani.

“KDMP ini dihadirkan untuk kepentingan masyarakat dan harus benar-benar dikelola untuk kesejahteraan petani,” kata Heli, Sabtu (7/2/2026).

Menurut Wawali, salah satu persoalan klasik petani selama ini adalah sulitnya akses pupuk dan bahan pokok, terutama menjelang hari besar keagamaan.

“Koperasi ini diharapkan mampu memotong rantai distribusi. Pupuk dan kebutuhan pokok harus bisa diakses lebih mudah dan terjangkau oleh petani,” ujarnya.

Heli menambahkan, dalam operasionalnya KDMP akan berkolaborasi dengan BUMN untuk penyediaan pupuk serta terintegrasi dengan berbagai program pendukung, termasuk Program MBG.

“KDMP tidak berjalan sendiri. Akan ada kolaborasi dengan BUMN dan integrasi dengan program-program nasional agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas,” jelasnya.

Sebagai penguatan sektor pertanian, Pemkot Batu juga merencanakan pembangunan laboratorium pertanian di kawasan KDMP Desa Sumberbrantas untuk mendukung pengembangan komoditas sayuran unggulan desa.

Dengan percepatan pembangunan KDMP yang merata di seluruh wilayah, Pemerintah Kota Batu berharap koperasi ini benar-benar menjadi instrumen penggerak ekonomi desa, memperkuat kesejahteraan petani, serta berjalan selaras dengan usaha masyarakat yang telah tumbuh lebih dulu.(*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H