Lamongan, Tagarjatm.id – Isak tangis keluarga dan kerabat mengiringi prosesi pemakaman militer Praka Marinir (Anumerta) Dicky Yogha Priambada di Desa Sugio, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Selasa (03/01/2026). Prajurit TNI Angkatan Laut tersebut gugur saat menjalankan tugas negara akibat musibah tanah longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Jenazah almarhum tiba di rumah duka pada Selasa siang menggunakan mobil jenazah Korps Marinir TNI AL. Tangis sang istri dan keluarga pecah saat peti jenazah yang dibalut Bendera Merah Putih diturunkan dari kendaraan.
Sebelumnya, jenazah Praka Marinir Dicky Yogha Priambada telah disalatkan di Jakarta sebelum dibawa ke kampung halaman untuk dimakamkan. Setelah disemayamkan di rumah duka, jenazah kemudian diberangkatkan menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dusun Sugio untuk dimakamkan secara militer.
Prosesi pemakaman berlangsung khidmat. Tembakan salvo ke udara oleh regu penembak mengiringi penguburan jenazah sebagai bentuk penghormatan tertinggi kepada prajurit yang gugur dalam tugas. Suasana haru semakin terasa saat lagu “Gugur Bunga” mengalun, dilanjutkan dengan penyerahan Bendera Merah Putih oleh pihak kesatuan kepada keluarga sebagai simbol penghargaan negara atas jasa dan pengabdian almarhum.
Kakak sepupu korban, Hadi Susanto, mengungkapkan bahwa almarhum sempat meninggalkan firasat sebelum kejadian. Beberapa hari sebelum bertugas, almarhum memberikan sebuah paket berisi payung dan dompet kepada sang ibu.
“Payung hitam itu sekarang dirasakan keluarga sebagai tanda perpisahan terakhir dari almarhum,” ujar Hadi dengan mata berkaca-kaca.
Praka Marinir (Anumerta) Dicky Yogha Priambada merupakan salah satu korban dalam musibah tanah longsor di Cisarua saat menjalankan tugas negara. Pengabdian almarhum kini menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga serta masyarakat Kabupaten Lamongan.(*)




















