Kota Malang, Tagarjatim.id – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang menggencarkan pelaksanaan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Vaksinasi menyasar ke peternak sapi yang berada di wilayah Kelurahan Lesanpuro Kecamatan Kedungkandang.

Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan Hariyadi mengatakan, langkah vaksinasi dilakukan untuk mengantisipasi dan mencegah penyebaran penyakit PMK. Hal ini dilakukan, karena sebelumnya ditemukan kasus PMK di wilayah Kecamatan Lowokwaru pada Januari lalu.

“Jadi, di bulan Januari lalu kami temukan ada dua kasus PMK dan sudah tertangani dan dinyatakan sembuh. Untuk pencegahan, maka mulai kemarin kami sudah melaksanakan vaksinasi sejumlah 1.000 dosis untuk populasi 2.500 sapi yang ada di Kota Malang,” jelasnya.

Untuk pelaksanaan vaksinasi tahap pertama ini, menyasar ke peternak sapi yang ada di Kecamatan Kedungkandang. Kemudian, akan berlanjut ke wilayah Kecamatan Lowokwaru dan Sukun.

“Setelah 1.000 dosis vaksin ini habis, maka kami akan mengajukan kembali ke Dinas Peternakan Provinsi Jatim untuk pelaksanaan vaksinasi tahap kedua,” tambahnya.

Dirinya mengungkapkan apabila ditemukan sapi yang terjangkit PMK, maka akan dipisahkan dan dikarantina. Setelah itu, dilakukan tindakan pemberian vitamin dan obat disertai penyemprotan disinfektan pada kandang sapi.

“Ciri-cirinya, ada luka di daerah mulut dan kuku kaki dan biasanya mengeluarkan lendir berlebih serta jalannya pincang. Apabila peternak menemukan sapinya dengan ciri tersebut, maka diimbau segera melapor ke Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dispangtan Kota Malang,” terangnya.

Sementara itu, peternak sapi di wilayah RW 6 Kelurahan Lesanpuro Kecamatan Kedungkandang, Paito menyambut positif pelaksanaan vaksinasi PMK tersebut. Menurutnya dengan divaksin, sapi-sapi miliknya menjadi sehat.

“Dulunya, di wilayah sini hampir tidak ada lagi yang ingin ternak karena banyak yang kena PMK. Namun sekarang, mulai banyak warga yang kembali merintis beternak,” ungkapnya.

Dirinya mengaku khawatir dengan kembali merebaknya kasus PMK tersebut. Namun dengan adanya pelaksanaan vaksinasi yang dilakukan oleh Dispangtan Kota Malang, kekhwatiran itu jadi sirna.

“Dengan adanya vaksinasi ini, saya tidak khawatir lagi. Kalau dulu, sapi punya saya belum divaksin lalu kena PMK dan sulit diobati. Jadinya lumpuh dan tidak mau makan, akhirnya saya jual murah,” pungkasnya.(*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H