Kota Malang, Tagarjatim.id – Pemkot Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang akan segera membangun Jembatan Sonokembang.
Sebagai informasi, Jembatan Sonokembang lama mengalami kerusakan dan ambrol usai diterjang banjir pada 10 Oktober 2025 silam. Karena saat itu anggaran terbatas, maka rencana pembangunan jembatan baru ditunda dan langkah alternatifnya memasang jembatan darurat bailey.
Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto mengatakan, bahwa pembangunan Jembatan Sonokembang yang baru akan dikerjakan bulan Februari.
“Materialnya memakai beton precast, sehingga konstruksinya lebih kuat. Selain itu, lebih lebar dan lebih tinggi dibandingkan jembatan sebelumnya,” ujarnya, Selasa (27/1/2026).
Untuk rancangan Jembatan Sonokembang baru tersebut, akan memiliki panjang 17 meter dan lebar 9 meter. Kemudian, elevasi atau ketinggian jembatan naik satu meter disesuaikan dengan kondisi jalan dan sungai.
Lalu di sisi kanan dan kirinya, juga ada jalur khusus untuk pejalan kaki selebar satu meter. Sehingga, pejalan kaki yang melintas akan lebih nyaman dan lebih aman.
Dandung mengungkapkan, bahwa pembangunan Jembatan Sonokembang baru akan menelan biaya Rp 5 miliar yang diambil dari APBD. Untuk masa pengerjaan, diperkirakan akan berlangsung selama lima hingga enam bulan.
“Apabila tidak ada kendala, pekerjaan sudah bisa dimulai minggu depan ini,” tambahnya.
Selama proses pembangunan berlangsung, jembatan darurat bailey akan tetap terpasang dan difungsikan. Ketika jembatan baru sudah siap difungsikan, maka jembatan bailey akan dibongkar.
“Selama pembangunan berlangsung, jembatan bailey masih digunakan. Akan dibongkar setelah jembatan baru telah dibangun dan siap difungsikan,” pungkasnya.(*)




















