Jombang, Tagarjatim.id – Siapa yang tak suka dengan permen, dari anak anak hingga orang dewasa pun menyukainya, apalagi permen itu dari jaman dulu alias jadul. Berawal dari memori masa kecilnya, Hani Muslimah, wanita warga Desa Segunung, Kecamatan Wonosalam, sukses membuka usaha permen tape jadul.
Bahan baku permen tape ini adalah singkong, hingga gula pasir. Proses pembuatannya pun terbilang sederhana.
Semua bahan dimasukkan ke dalam wajan dan diaduk aduk selama lebih dari satu jam hingga menjadi seperti adonan jenang. Selanjutnya adonan setelah dingin dipotong potong memanjang dan dikemas dengan kertas warna warni.
Ya, usaha permen tape jadul ini bermula dari banyaknya singkong milik tetangga yang dijual begitu murah. Dari situ kemudian muncul ide untuk diolah menjadi jajanan masa lampau yakni permen tape.
Karena masih keterbatasan tenaga, dalam setiap minggunya, produksi permen tape ini mampu menghabiskan 25 kilogram singkong.
Untuk pemasarannya, selain sekitar Jombang juga merambah ke sejumlah pusat oleh-oleh di kawasan Jawa Timur, seperti Pasuruan. Dan berkat keuletannya berusaha itu, cuan yang diraup pun begitu mantul yakni hingga 10 juta rupiah perbulan.
“Saya pertama kali lihat banyak tetangga panen singkong dan dijual murah. Akhirnya saya punya ide untuk mengolahnya. Ya, kemudian muncul ide permen tape ini. Karena kembali mengingatkan masa lalu,” ujar Hani, Rabu (21/1/2026).
Sementara untuk harganya sendiri, permen tape jadul dengan rasa khasnya manis asam tape, dijual mulai dari 10 hingga 15 ribu rupiah perkemasan.(*)




















