Kota Batu, Tagarjatim.id – Pemerintah Kota Batu melakukan perombakan besar-besaran di jajaran pejabat pimpinan tinggi pratama. Sebanyak 15 pejabat eselon II dimutasi dan dirotasi dalam pelantikan serta pengambilan sumpah jabatan yang digelar di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani, Rabu (21/1/2026).

Pelantikan dipimpin langsung Wali Kota Batu Nurochman dan menjadi sinyal kuat percepatan kinerja pemerintahan di bawah kepemimpinan Nurochman–Heli Suyanto. Rotasi dilakukan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk pada sejumlah posisi strategis yang selama ini menjadi tulang punggung birokrasi Pemkot Batu.

Salah satu pergeseran paling mencolok terjadi pada jabatan Sekretaris Daerah (Sekda). Zadim Efisiensi, yang telah sekitar tujuh tahun menjabat Sekda Kota Batu, kini dipercaya menempati posisi Asisten Administrasi Umum. Sementara itu, jabatan Sekda saat ini masih kosong dan diisi oleh Pelaksana Harian (Plh).

Perombakan juga menyentuh sektor vital seperti infrastruktur dan pendidikan. Alfi Nurhidayat yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kini dipercaya memimpin Dinas Pendidikan.

Posisi Kepala Dinas PUPR selanjutnya diemban Esti Dwi Astuti, yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip). Jabatan Kepala Disperpusip kini dipercayakan kepada Abdul Rais, yang sebelumnya menjabat Kasatpol PP.

Di sektor pengawasan, Endro Wahyudi dilantik sebagai Inspektur Kota Batu setelah sebelumnya menjabat Sekretaris DPRD.

Sementara itu, Bangun Yulianto bergeser dari Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menjadi Kepala Bapelitbangda. Kursi Kepala Diskominfo kini ditempati Aries Setiawan, yang sebelumnya memimpin Diskumperindag.

Selain itu, Susetya Herawan dipercaya memimpin Dinas Perhubungan, sedangkan Md Furqon dilantik sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batu.

Sejumlah pejabat juga ditempatkan sebagai staf ahli dan asisten Sekda. M. Chori menjabat Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Eko Suhartono sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Ririck Mashuri sebagai Staf Ahli Wali Kota Bidang Administrasi, serta Thomas Wunang Cahyo sebagai Staf Ahli Wali Kota Bidang Ekonomi.

Meski demikian, rotasi ini masih menyisakan sejumlah jabatan strategis yang belum terisi secara definitif, di antaranya Sekda Kota Batu, Kepala Diskumperindag, Kepala Satpol PP, dan Sekretaris DPRD.

Wali Kota Batu Nurochman menegaskan, mutasi dan rotasi ini bukan sekadar penyegaran organisasi, melainkan langkah strategis untuk mendorong akselerasi kinerja OPD. Kebijakan tersebut diambil berdasarkan evaluasi kinerja selama 10 bulan kepemimpinannya sepanjang 2025.

“Rotasi ini kami lakukan berdasarkan hasil evaluasi dan uji kompetensi pejabat eselon II. Hasilnya menjadi rujukan yang kemudian kami diskusikan bersama Wakil Wali Kota agar target yang ingin kami capai bisa terealisasi,” ujar Nurochman.

Pria yang akrab disapa Cak Nur itu menegaskan mutasi merupakan hal normatif dalam birokrasi dan tidak ada pejabat yang “dibuang” dalam proses ini.

“Tidak boleh ada pikiran bahwa ada posisi buangan. Semua jabatan itu penting dan ditentukan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan,” tegasnya.

Cak Nur juga menyampaikan apresiasi kepada pejabat yang telah mengabdi di posisi sebelumnya, khususnya kepada Zadim Efisiensi atas kontribusinya selama memimpin birokrasi Pemkot Batu.

“Kami menyampaikan terima kasih atas kinerja, pengabdian, dan kepemimpinan yang telah dilakukan. Itu menjadi bagian penting dalam perjalanan pembangunan Kota Batu,” ucapnya.

Ia berharap pejabat yang baru dilantik mampu menjalankan amanah secara profesional dan bertanggung jawab, terutama dalam mengawal pelaksanaan APBD 2026.

“Komitmen kita bersama adalah memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kota Batu. Sinergi dan kolaborasi seluruh elemen pemerintahan menjadi kunci mewujudkan visi misi mBatu Sae,” pungkasnya. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H