Lamongan, Tagarjatim.id – Banjir luapan Sungai Bengawan Jero kembali meluas dan merendam ratusan rumah warga di Desa Sidomulyo, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan. Sedikitnya 520 rumah yang tersebar di empat dusun terdampak banjir yang telah berlangsung lebih dari satu bulan.
Empat dusun yang terendam banjir tersebut meliputi Dusun Rowoglagah, Dusun Kedungwaru, Dusun Meluke, dan Dusun Pujut. Ketinggian air bervariasi, mulai dari setinggi betis hingga lutut orang dewasa, baik di jalan desa maupun di dalam rumah warga.
Banjir tahunan kali ini disebut warga dan pemerintah desa lebih parah dibandingkan tahun sebelumnya. Selain merendam permukiman, banjir juga melumpuhkan aktivitas warga. Akses transportasi hanya bisa dilakukan dengan perahu. Sementara sebagian warga terpaksa berjalan kaki menembus genangan air di jalan desa.
Kepala Desa Sidomulyo, Dwi Bagus Saputra, mengatakan banjir diperparah oleh kondisi geografis wilayah yang berada di daerah cekungan. Akibatnya, air kiriman dari sejumlah sungai mudah meluap dan masuk ke wilayah permukiman.
“Desa Sidomulyo berada di wilayah cekungan, sehingga saat debit air sungai naik, air cepat masuk dan sulit surut,” ujar Kepala Desa.
Selain mengganggu aktivitas, banjir juga menyebabkan kerusakan pada perabot rumah tangga warga. Lemari kayu, meja, dan kursi rusak akibat terendam air. Upaya warga untuk meninggikan perabot tidak membuahkan hasil karena ketinggian air terus bertambah.
Salah satu warga terdampak, Umiyani, mengaku hanya bisa pasrah menunggu air surut.
“Kami tidak bisa beraktivitas seperti biasa. Di rumah juga khawatir tembok rusak karena sudah mulai rapuh,” ujarnya.
Pemerintah desa bersama warga saat ini terus melakukan patroli untuk memantau perkembangan banjir, terutama di titik-titik yang airnya terus meningkat dan meluas. Warga berharap banjir segera surut agar aktivitas dapat kembali normal, termasuk mengelola tambak yang saat ini juga ikut terendam banjir.(*)




















