Kota Batu, TagarJatim – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu memastikan hingga awal Januari 2026, belum ditemukan kasus super flu atau influenza A (H3N2) subclade K di wilayah Kota Batu. Meski ancaman virus tersebut mulai menjadi perhatian nasional, kondisi Kota Batu masih dinyatakan aman.
Sekretaris Dinkes Kota Batu, Yuni Astuti, mengatakan pihaknya hingga kini belum menerima laporan adanya kasus penularan super flu di Kota Batu. Kendati demikian, kewaspadaan tetap menjadi kunci utama.
“Sampai sekarang masih belum ada laporan soal super flu ini di Kota Batu. Namun kami tetap mengimbau masyarakat untuk waspada,” ujar Yuni, Rabu (14/1/2026).
Diketahui, influenza A subclade K disebut sebagai varian baru virus flu yang dinilai lebih agresif dan mudah menular. Virus ini berpotensi menimbulkan gejala lebih berat, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit penyerta.
Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Kota Batu terus mengingatkan masyarakat untuk konsisten menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta protokol kesehatan dasar. Menurut Yuni, pola pencegahan super flu tidak jauh berbeda dengan penanganan penyakit virus pernapasan lainnya.
“Kuncinya pada kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Mulai dari rutin mencuci tangan, memakai masker saat di keramaian, serta menerapkan etika batuk dan bersin yang benar,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya penggunaan masker bagi masyarakat yang sedang mengalami gejala flu, guna mencegah penularan kepada orang lain. Selain itu, menjaga daya tahan tubuh dengan asupan gizi seimbang, vitamin bila diperlukan, serta istirahat cukup menjadi langkah penting dalam pencegahan.
Di sisi lain, Dinkes Kota Batu terus melakukan pemantauan intensif dengan berkoordinasi bersama puskesmas dan rumah sakit. Langkah ini dilakukan untuk mendeteksi secara dini apabila muncul kasus flu berat yang mengarah pada influenza A subclade K.
Masyarakat juga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala flu tidak biasa. Beberapa gejala yang perlu diwaspadai di antaranya demam tinggi berkepanjangan, sesak napas, serta kondisi tubuh yang semakin melemah.
Yuni menegaskan, hingga saat ini belum ada langkah pencegahan khusus yang secara spesifik ditujukan untuk super flu. Virus tersebut berpotensi menyerang siapa saja, terutama mereka dengan daya tahan tubuh yang rendah.
“Sebagaimana penyakit virus lainnya, orang dengan kondisi tubuh kurang bugar akan lebih rentan terserang,” katanya.
Sebagai informasi, Kementerian Kesehatan RI mencatat hingga akhir Desember 2025 terdapat 62 kasus influenza A subclade K yang tersebar di delapan provinsi. Jawa Timur, Jawa Barat, dan Kalimantan Selatan menjadi wilayah dengan jumlah kasus terbanyak. Mayoritas pasien merupakan perempuan dan berasal dari kelompok usia anak.
Meski Kota Batu masih nihil kasus, pemerintah daerah mengimbau masyarakat tidak panik namun tetap waspada, dengan terus menjaga kesehatan dan menerapkan PHBS dalam aktivitas sehari-hari. (*)




















