Sidoarjo, Tagarjatim.id – Hingga saat ini, kawasan permukiman di Desa Kedungbanteng dan beberapa desa lain di Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, masih dilanda banjir yang berkepanjangan. Situasi ini semakin parah karena belum beroperasinya Rumah Pompa Kedungpeluk, yang pembangunannya menelan anggaran lebih dari Rp 7 miliar dan seharusnya telah berfungsi sejak akhir tahun 2025.
Sulaiman, salah seorang warga Desa Kedungbanteng, menyatakan bahwa genangan air di wilayah tempat tinggalnya telah berlangsung selama hampir dua bulan. Tidak hanya merendam rumah-rumah penduduk, banjir juga menggenangi lingkungan SMPN 2 Tanggulangin dan SDN Tanggulangin.
“Rumah saya terendam banjir sudah hampir dua bulan. Kedua anak saya juga terpaksa belajar secara daring, baik yang kakak di SMP maupun adiknya yang masih kelas 4 SD, karena sekolah mereka pun ikut kebanjiran,” ujarnya pada Selasa (6/1/2026).
Menurutnya, lamanya genangan air di permukiman warga disebabkan oleh faktor penurunan tanah dan diperburuk oleh belum berfungsinya rumah pompa yang terletak di Desa Kedungpeluk, Kecamatan Candi, Sidoarjo.
“Bagaimana air bisa surut, pembangunan rumah pompa besar di Kedungpeluk sampai sekarang belum juga selesai,” tutur Sulaiman.
Ia menambahkan bahwa apabila rumah pompa di desa tersebut telah selesai dibangun, genangan air di permukiman warga diharapkan dapat segera berkurang. Pasalnya, aliran air yang selama ini terhambat akibat proses pembangunan di Sungai Kedungpeluk akan dapat dialirkan menuju laut.
“Salah satu saluran pembuangan air dari desa ini mengarah ke Sungai Kedungpeluk. Selama proses pembangunan berlangsung, otomatis aliran airnya terhambat, sehingga banjir di sini tak kunjung surut,” jelasnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Kabupaten Sidoarjo, Dwi Eko Saptono, mengakui adanya keterlambatan dalam penyelesaian proyek rumah pompa senilai lebih dari Rp 7 miliar tersebut.
“Memang terjadi keterlambatan pembangunan. Proyek ini seharusnya sudah selesai dan dapat dioperasikan sejak 26 Desember tahun lalu,” ucapnya.
Sebagai langkah sementara, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sebelumnya telah menurunkan lima unit pompa portable di sekitar lokasi pembangunan rumah pompa.
“Total ada lima pompa portable yang telah dioperasikan. Namun karena curah hujan yang masih tinggi, dampaknya belum benar-benar terasa oleh warga Desa Kedungbanteng,” terang Dwi Eko.
Ia menyebutkan bahwa pengerjaan rumah pompa terus dipercepat dan saat ini telah mencapai sekitar 75%. Diharapkan pada akhir Januari 2026, rumah pompa tersebut sudah dapat berfungsi untuk menanggulangi genangan air, khususnya di kawasan Desa Kedungbanteng.
“Kemarin Bupati telah menginstruksikan agar proyek ini diselesaikan secepat mungkin. Targetnya, akhir Januari ini sudah dapat dioperasikan,” pungkasnya. (*)





















