Sidoarjo, Tagarjatim.id – Bupati Sidoarjo Subandi mendorong optimalisasi seluruh sumber pendapatan daerah, termasuk melalui digitalisasi retribusi parkir, untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Menurut Subandi, Bupati Sidoarjo menyebut bahwa capaian PAD tahun 2025 melebihi target, yakni terealisasi sebesar Rp 2,721 triliun dari target Rp 2,691 triliun.

“Keberhasilan itu kami harap bisa ditingkatkan. Caranya, dengan mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan yang ada,” katanya Senin (5/1/2026).

Meski capaian PAD bagus, Bupati menilai kontribusi dari sektor retribusi daerah, khususnya parkir, belum maksimal.

“Dari Dishub, pendapatan parkir belum maksimal, mohon terus dimaksimalkan,” ujarnya.

Subandi meminta penerapan pembayaran parkir non-tunai untuk meningkatkan efisiensi.

“Coba dikoreksi ulang biar kita tidak memakai karcis manual karena saya ingin memaksimalkan pendapatan retribusi yang ada,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Sidoarjo Budi Basuki menyatakan kesiapan penerapan sistem pembayaran digital parkir menggunakan QRIS.

“Ini lagi kita siapkan pembayaran elektronik melalui QRIS,” kata Budi.

Dishub Sidoarjo telah resmi mengelola retribusi parkir sejak 1 Januari 2026, dengan melibatkan sekitar 200 juru parkir di lebih dari 200 titik. Penerimaan retribusi parkir perdana sebesar Rp 25.212.000 telah disetor pada 2 Januari 2026.

Dishub menargetkan retribusi parkir tahun ini sebesar Rp 13,5 miliar dan optimis target tersebut dapat tercapai dengan sistem pembayaran digital yang lebih transparan. (*)

selamat tahun baru 2026