Sidoarjo, tagarjatim.id – Aktivitas belajar mengajar di hari pertama sekolah di SMP Negeri 2 Tanggulangin, Sidoarjo, terpaksa tidak berjalan normal akibat banjir yang menggenangi kawasan sekolah. Sebanyak tujuh ruang kelas terendam air setinggi 10 hingga 20 sentimeter, sehingga tidak dapat digunakan. Kondisi ini memaksa sebagian dari 645 siswa untuk melanjutkan pembelajaran secara daring.
Kepala SMPN 2 Tanggulangin, Supriyanto, mengungkapkan bahwa persoalan genangan ini telah berlangsung sejak tahun lalu. Pada musim hujan kali ini, banjir bahkan telah bertahan selama kurang lebih satu setengah bulan dan secara langsung mengganggu kelancaran proses belajar.
“Tujuh ruang kelas tergenang hingga 20 cm dan tidak bisa dipakai. Karena terbatasnya ruang yang tersedia, kami terpaksa menerapkan sistem pembelajaran campuran, yaitu tatap muka dan daring secara bergiliran,” jelasnya pada Senin (05/01/2026).
Pada hari pertama masuk, sekolah hanya dapat mengakomodir satu kelas untuk pembelajaran luring akibat sebagian area belajar masih tergenang. Sistem bergiliran antara luring dan daring pun tetap diberlakukan untuk sementara waktu.
“Hari ini hanya satu kelas yang bisa masuk. Rencananya mulai Rabu, dua jenjang kelas dapat masuk, terutama kelas 9 yang perlu mempersiapkan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Untuk kelas 7 dan 8 akan bergantian antara yang masuk dan yang daring,” tambah Supriyanto.
Tidak hanya proses belajar, pembagian rapor sempat tertunda karena akses jalan menuju sekolah sulit dilalui akibat banjir. Sekolah akhirnya menyediakan jalur alternatif melalui belakang gedung yang dianggap lebih aman daripada jalan utama.
“Pengambilan rapor sempat mundur karena genangan di jalan sangat tinggi. Kami akhirnya membuat akses melalui belakang sekolah, karena jalan depan terlalu licin dan lama terendam,” ungkapnya.
Hingga saat ini, genangan air di lingkungan sekolah belum pernah surut sepenuhnya. Permukaan air hanya berfluktuasi mengikuti cuaca meningkat saat hujan dan sedikit berkurang ketika cerah namun tidak pernah kering sama sekali. (*)





















