Kota Batu, Tagarjatim.id – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Batu, Minggu sore (4/1/2026), memicu banjir luapan di tiga titik wilayah Kecamatan Bumiaji. Debit sungai yang meningkat drastis dan tersumbat material sampah menyebabkan air meluap ke permukiman warga hingga ruas jalan utama.
Berdasarkan laporan Pusdalops PB BPBD Kota Batu, banjir terjadi sekitar pukul 15.30 WIB di Jalan Purwosenjoto Desa Bulukerto, Jalan Banaran Desa Bumiaji, dan Jalan Raya Sumbergondo Desa Sumbergondo.
Di Jalan Purwosenjoto, Desa Bulukerto, luapan Sungai Ledok merendam lima rumah warga dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter. Satu keluarga dilaporkan harus mengungsi demi keselamatan.
Sementara itu, banjir bercampur lumpur juga menggenangi Jalan Banaran sepanjang 200 meter akibat luapan Sungai Paron. Endapan lumpur setebal sekitar 20 sentimeter menyebabkan arus lalu lintas tersendat.
Kondisi serupa terjadi di Jalan Raya Sumbergondo, di mana luapan Sungai Sengonan menutup badan jalan sepanjang 100 meter dengan endapan lumpur 15 hingga 20 sentimeter.
Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kota Batu, Suwoko, menjelaskan bahwa seluruh kejadian dipicu hujan lebat yang terjadi dalam durasi cukup lama, diperparah oleh sumbatan sampah di sejumlah aliran sungai.
“Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan debit sungai meningkat cukup cepat. Di beberapa titik ditemukan sumbatan sampah, sehingga air tidak tertampung dan meluap ke jalan maupun rumah warga,” ujar Suwoko.
Menurutnya, petugas gabungan langsung diterjunkan ke lokasi begitu laporan diterima. Upaya penanganan dilakukan secara simultan agar dampak banjir tidak meluas.
“Kami lakukan kaji cepat, penyedotan air di rumah warga, pembersihan lumpur di jalan, serta membuka sumbatan sampah di aliran sungai. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” tegasnya.
Suwoko juga mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai dan daerah rawan banjir, mengingat potensi hujan masih cukup tinggi dalam beberapa hari ke depan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai dan segera melapor jika melihat tanda-tanda kenaikan debit air. Normalisasi sungai menjadi rekomendasi penting agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya.
BPBD Kota Batu memastikan koordinasi lintas sektor akan terus dilakukan untuk tindak lanjut pascabencana, termasuk rencana normalisasi dan pengerukan sungai di wilayah terdampak.(*)





















