Kabupaten Malang, Tagarjatim.id – Komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat kualitas pendidikan kembali ditegaskan. Di tengah kebijakan efisiensi anggaran nasional, Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur memastikan anggaran rehabilitasi dan revitalisasi sekolah pada tahun anggaran 2026 tetap aman dan tidak mengalami pemangkasan.

Kepala Dindik Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyebut kebutuhan perbaikan fasilitas pendidikan di Jawa Timur masih cukup besar. Hingga kini, ribuan sekolah negeri dan swasta di 38 kabupaten/kota telah mengajukan bantuan rehabilitasi dan revitalisasi sejak tahun 2025.

“Kami sudah menerima ribuan pengajuan dari sekolah-sekolah. Ini menunjukkan perhatian dan kepedulian bersama untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan,” ujar Aries saat ditemui di SMKN 2 Singosari, Kabupaten Malang.

Pengajuan tersebut mencerminkan beragam kebutuhan di lapangan, mulai dari rehabilitasi bangunan rusak, penambahan ruang kelas, hingga perbaikan fasilitas dasar seperti toilet dan sarana pendukung pembelajaran. Aries mengakui, masih banyak sekolah yang fasilitasnya belum memenuhi standar kelayakan, terutama sanitasi dan ruang belajar.

Meski begitu, Aries menegaskan pendidikan tetap menjadi sektor prioritas, baik bagi pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Ia memastikan program rehabilitasi dan revitalisasi sekolah akan terus berjalan secara berkelanjutan.

Pada tahun anggaran 2025, total dana rehabilitasi dan revitalisasi sekolah yang bersumber dari APBD dan APBN mencapai sekitar Rp450 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk memperbaiki fasilitas sekitar 300 satuan pendidikan yang tersebar di seluruh Jawa Timur.

Sementara itu, dari sisi APBD, Pemprov Jatim telah mengalokasikan anggaran pendidikan sesuai ketentuan mandatory spending sebesar 20 persen. Alokasi tersebut mencakup berbagai program strategis, termasuk perbaikan dan peningkatan sarana-prasarana sekolah.

“Karena jumlah sekolah kita ribuan, pelaksanaannya memang dilakukan bertahap. Sekolah yang belum tersentuh bantuan dan benar-benar membutuhkan akan menjadi prioritas setiap tahunnya,” tegas Aries.

Ia juga menjelaskan, seluruh proses bantuan dilakukan secara transparan dan terukur melalui mekanisme pengajuan proposal yang diverifikasi langsung di lapangan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi proses belajar mengajar.

Dengan kepastian anggaran dan skema penanganan bertahap, Pemprov Jawa Timur optimistis kualitas fasilitas pendidikan akan terus meningkat, sekaligus memperkuat ikhtiar menciptakan lingkungan belajar yang aman, layak, dan bermartabat bagi generasi penerus Jawa Timur.(*)

selamat tahun baru 2026