Kabupaten Malang,Tagarjatim.id – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, sejak Sabtu (3/1/2026) sore, memicu terjadinya tanah longsor di dua titik berbeda. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 21.10 WIB dan sempat mengganggu akses jalan serta aktivitas warga setempat.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, longsor pertama terjadi di Dusun Pakem Ledok RT 03 RW 14, Desa Wajak. Longsoran tembok penahan tanah (TPT) menyebabkan akses menuju rumah warga terputus. Sekitar 10 kepala keluarga terdampak dan harus memutar melalui area persawahan dengan jarak tambahan kurang lebih 1 kilometer.
Sementara itu, longsor kedua terjadi di Jalan Cokroaminoto RT 01 RW 03, Desa Wajak. Tebing setinggi sekitar 5 meter di bagian belakang rumah warga longsor dan materialnya sempat menutup total badan jalan dengan lebar kurang lebih 8 meter. Akibatnya, arus lalu lintas di jalur tersebut sempat terhenti.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menyampaikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, potensi bahaya lanjutan tetap diwaspadai mengingat kondisi tanah yang masih labil akibat curah hujan tinggi.
“Dari hasil pendataan kami, longsor di dua titik yang terjadi di Wajak memang nihil korban. Tapi kami meminta masyarakat tetap waspada karena kondisi tanah saat ini masih labil akibat hujan tinggi,” ujar Sadono, Sabtu (4/01/2026).
Sebagai langkah penanganan, BPBD bersama unsur terkait melakukan asesmen di lokasi, pembersihan material longsor, serta berkoordinasi dengan perangkat desa dan pemilik lahan untuk membuka jalur alternatif. Warga setempat juga turut bergotong royong melaksanakan kerja bakti membuka akses baru sejauh sekitar 40 meter dari titik longsor di Dusun Pakem.
“Saat ini BPBD bersama sejumlah pihak terkait melakukan asesmen di lokasi. Selain itu juga kami bersama warga bergotong royong membuka jalur alternatif sebagai bagian dari langkah penanganan lonsor ini,” tamba Sadono.
Selain itu, BPBD menyalurkan bantuan kebutuhan darurat berupa terpal, air mineral, makanan siap saji, tambahan gizi, lauk pauk, serta ratusan sandbag untuk pengamanan sementara di lokasi rawan.
“Kami juga menyalurkan bantuan sebagai pengamanan sementara di lokasi rawan,” tutupnya.
Hingga Minggu (4/1/2026) pukul 11.00 WIB, BPBD melaporkan bahwa pembersihan material longsor di Jalan Cokroaminoto telah selesai dan jalan sudah dapat kembali dilalui kendaraan. Proses penanganan di Dusun Pakem masih berlanjut dengan fokus pada pemulihan akses warga.
Penanganan bencana ini melibatkan BPBD Kabupaten Malang, TNI, Muspika Wajak, perangkat Desa Wajak, PMI Kabupaten Malang, relawan, serta masyarakat setempat. BPBD mengimbau warga untuk tetap waspada, terutama saat hujan deras, dan segera melaporkan apabila terjadi tanda-tanda longsor susulan. (*)





















