Penulis : Dixs Fibrian

Malang, tagarjatim.com – BTPN Syariah memberikan kejutan hadiah berangkat umroh gratis bagi penjual rujak dan kopi di sebuah desa terpencil di Desa Wonorejo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Hadiah umroh gratis diberikan karena 8 orang ibu – ibu yang tergabung di Sentra Bordis Melati tersebut dinilai berhasil menumbuhkan kembangkan usaha kecil mereka, sehingga menginspirasi ibu-ibu lainnya untuk berdaya dengan membuat usaha kecil di desa mereka.

Komisaris Independen BTPN Syariah, Mulya Effendi Siregar, mengatakan pemberian hadiah umroh kepada warga tersebut merupakan bentuk perhatian dan kepedulian BTPN Syariah kepada para pelaku usaha kecil di Kabupaten Malang. “Hadiah umroh gratis kita berikan kepada 8 orang ibu-ibu yang memiliki usaha kecil dan senantiasa bekerja keras, berani berusaha,hingga akhirnya menjadi inspirasi bagi lingkungan sekitar,” kata Mulya, di Kantor Desa Wonorejo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jum’at (21/6/2024).

Menurut Mulya, para penerima hadiah umroh gratis tersebut merupakan ibu-ibu nasabah yang berhasil mengelola dana pembiayaan UMKM dari BTPN Syariah selama 3 tahun. Selain itu, mereka juga disiplin mengikuti pendampingan cara mengelola keuangan usaha yang dilakukan tim BTPN Syariah setiap 2 minggu sekali.

“Terima kasih kepada ibu-ibu yang senantiasa disiplin hadir dalam kumpulan setiap dua minggu sekali, dan sudah menginspirasi dan mengajak ibu-bu di lingkungan sekitarnya dalam mengembangkan usaha kecil,” tandasnya.

Dia menyebut orang perempuan inspiratif tersebut diantaranya Wasrik penjual rujak dan kopi, Rifayadul Ida penjual bensin eceran, Lasmina penjual makanan, Siti Maisaro penjual buah, Suparti penjual sembako, Marsinah penjual burung, serta Ponami dan Siti Selani penjual sayur.

“Mereka merupakan nasabah berprestasi karena disiplin hadir kumpulan, memiliki usaha yang berkembang, saling menginspirasi bagi warga setempat,” kata dia.

Pemberian hadiah umroh gratis kepada pelaku usaha kecil oleh BTPN Syariah tersebut tidak hanya diberikan kepada 8 perempuan inspiratif di Kabupaten Malang, tapi juga diberikan kepada para nasabah lainnya di berbagai daerah. “Jadi kita akan berangkatkan umroh 200 lebih nasabah yang disiplin ikut perkumpulan pendampingan usaha dari BTPN Syariah dalam satu pesawat,” pungkas Mulya.

Sementara itu, Wasrik, penjual rujak dan kopi penerima hadiah umroh mengatakan kaget dirinya dan 7 ibu-ibu lainnya mendapatkan hadiah umroh gratis. Dia mengaku dengan ekonomi yang pas-pasan, dia tidak pernah membayangkan sama sekali untuk berangkat ke tanah suci pada Oktober 2024.

“Sebelumnya saya tidak menyangka kalau saya berangkat umroh bersama teman-teman di sentra. Saya hanya seorang penjual rujak dan kopi,” ucap Wasrik sambil meneteskan air mata.

Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto mengaku bangga dan terharu jika warganya berprestasi hingga mendapatkan hadiah umrah gratis dari BTPN Syariah. “Saya terharu warga kami yang memiliki usaha kecil bisa berangkat umroh gratis. Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Malang, kami berterima kasih dan mengapresiasi BTPN Syariah. Ini luar biasa dan setahu saya ,ini baru satu – satunya bank yang memberikan pendampingan dan pengelolaan usaha kecil kepada masyarakat,” katanya.

Menurut Didik, upaya BTPN Syariah dalam mendampingi ibu-ibu nasabah melalui kumpulan atau Pertemuan Rutin Sentra (PRS) sudah tepat. Dengan kumpulan tersebut, ibu-ibu nasabah mendapatkan berbagai pelatihan, mulai dari cara mengelola keuangan yang tepat hingga cara mengembangkan usaha.

“Program BTPN Syariah ini memberikan ruang agar ibu-ibu memiliki kemampuan dalam membangun usaha, bisa mengelola keuangan, dan menabung,” ujar Didik.

Didik mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Malang agar tidak terjebak dengan pembiayaan ilegal, pinjamam online atau rentenir yang tidak jelas kelembagaannya. Dia pun berjanji akan mendorong warganya di kumpulan Nahdlatul Ulama atau ibu-ibu Muslimat yang ingin membuka usaha kecil bergabung dan menjadi binaan BTPN Syariah.

“Saya mengimbau masyarakat jangan sampai terjebak dengan lembaga pembiayaan ilegal. s
Saya rekomendasikan untuk ikut btpn ini, bahkan saya ingin memfasilitasi warga untuk bergabung dengan program ini dengan begitu, tujuan pemberdayaan masyarakat ini bisa tercapai,” ujarnya.

Corporate & Marketing Communication Head Ainul Yaqin menambahkan bahwa kabar bahagia ini sengaja diberikan sejak awal karena butuh beberapa proses yang harus dilakukan sebelum berangkat umrah. Ia menjelaskan hadiah umrah gratis ini tak lepas dari usaha ibu-ibu nasabah yang sudah bekerja keras dan disiplin hadir dalam kumpulan yang dilakukan setiap dua minggu sekali.

“Setelah ibu-ibu duduk bersama di rumah nasabah untuk kumpulan, Insya Allah ibu-ibu juga akan duduk bareng-bareng di depan Ka’bah, beribadah bersama di Tanah Suci,” ungkap Ainul.

Dia menjelaskan kumpulan wadah BTPN Syariah dalam memberdayakan masyarakat inklusi ini yakni untuk membangun empat perilaku unggul, yakni Berusaha Berusaha, Disiplin, Kerja Keras, dan Saling Bantu (BDKS). Melalui kumpulan, ibu-ibu nasabah tidak hanya mendapatkan akses keuangan, tetapi juga akses pengetahuan melalui pendampingan yang terukur.

:Dalam kumpulan ini juga secara tak langsung membuat hubungan ibu-ibu nasabah lebih solid dan kekeluargaan, sehingga saling mendukung satu sama lain dalam membangun usaha dan menggapai mimpi, seperti berangkat umrah,” tutup Ainul Yaqin.

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H