Penulis : Dixs Fibrian

Malang, tagarjatim.com – Seorang anak berinisial D nekat merobohkan rumah ibunya dengan buldozer di Dusun Gadungan RT38/ RW15, Desa Karanganyar, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Rumah itu nyaris rata dengan tanah akibat ulah anak tersebut. Anak tersebut meminta bagian harta dari ayahnya setelah berpisah dari sang ibu.

Kepala Dusun Gadungan, Marsudi Kabupaten Malang, Marsudi mengatakan kejadian itu pada Jumat (17/5/2024) malam. Saat itu, ia sempat dipanggil Ketua RT dan orangtua dari Sugiati (43) ibu D, saat proses merobohkan rumah tersebut.

Marsudi mengungkapkan rumah itu dirobohkan sekitar jam 16.30 WIB. Ia bertemu dengan Tono, kakek D, sekitar pukul 17.00 WIB.

“Itu sudah roboh sebagian dibuldozer. Pukul delapan malam sudah berhenti, buldozer sudah di angkut naik truk,” katanya Sabtu (18/5/2024).

Ia menjelaskan aksi itu berawal dari keinginan D yang meminta bagian harta gono gini dari ayah kandungnya. D merupakan anak Sugiati bersama suami, ayah D yang kini tinggal di Gondanglegi, Kabupaten Malang. Keduanya berpsah saat D masih balita.

Saat itu, ibu D yakni Sugiati bekerja menjadi TKI dan hasilnya dibangun rumah. Lokasi rumah itu berdiri di tanah pemberian orangtua Sugiati.

Setelah pulang dari luar negeri, ayah D dan D kemudian tinggal di Gondanglegi dan Sugiati menempati rumah tersebut. Saat ini, kedua ayah D sama-sama sudah menikah lagi.

Namun, D setelah dewasa meminta uang Rp200 juta sebagai ganti harta gono gini rumah yang ditempati ibunya. Sugiati, ibu D mengaky tak punya uang sebesar itu dan ditawarkan Rp50 juta dengan cara diangsur. D kemudian menolaknya.

“Pak Tono ayahnya Bu Sugiati bilang kalau Rp200 juta tidak punya uang sebanyak itu. Dijanjikan Rp50 juta tidak mau, akhirnya si anak ini minta rumahnya dirobohkan saja. Dan keluarga Bu Sugiati mempersilahkan agar si anak ini merobohkan biar hatinya lega,” ungkap Marsudi.

Saat kejadian, D menyewa buldozer dan merobohkan rumah ibunya. Saat itu, ibu D dan keluarga lain hanya melihatnya. “Keluarga Bu Sugiati juga minta agar sisa material dibersihkan dan dibawa sekalian,” katanya.

Untuk sementara waktu, Sugiati dan keluarga tinggal di rumah saudaranya yang tidak jauh dari rumah yang dirobohkan. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H