Penulis : Aming Naqsabandi
Kediri, tagarjatim.com – Bawang merah kini bisa disemai dari bijinya. Petani asal Kabupaten Kediri, Jawa Timur, bernama Rinto kini berhasil mengelola persemaian bawang merah dari biji dengan jutaan bibit pesanan.
Rinto mengatakan usaha ini dimulai pada 2022. Bawang merah dipilih setelah tanaman cabai gagal. Menurut dia, bawang merah disemai dari biji bisa tumbuh bagus, bahkan produksi juga lebih bagus.
Menurut dia, per hektare tanah jika menggunakan biji bisa panen basah sekitar 21 ton dan keringnya 14-15 ton bawang merah, sedangkan yang menggunakan bibit dari umbi hasilnya hanya sekitar 11 ton hingga 12 ton bawang merah kering, sehingga terdapat selisih.
“Selisih ini lumayan bisa untuk mengganti perawatan,” ungkapnya Jumat (17/5/2024).
Untuk mengembangkan bawang merah dari biji ini, awalnya media tanam disiapkan. Campuran tanah ayak, kapur, cocobit hingga pupuk kompos dijadikan satu kemudian ditaruh di pot tray.
Biji bawang kemdian dimasukkan dan ditaruh di tempat panas. Biji kemudian tumbuh dan ditunggu 40 hari siap untuk ditanam di ladang.
Menurut dia, harga bawang merah dari biji ini lebih murah katimbang bibit dari umbi. Untuk biji antara Rp100 hingga Rp120 per lubangnya, sedangkan umbi untuk bibit bawang merah bisa hingga Rp30 ribu per kilogram bahkan Rp60 ribu per kilogram.
Persemaian bawang merah dari biji adalah yang pertama di Indonesia. Bibit ini juga bisa menjadi solusi dari petani bawang merah. Kini, permintaan cukup banyak. Pada 2023, permintaan hanya 500 ribu bibit, sedangkan di 2024 mulai Januari hingga Mei ini mencapai 7 juta bibit.
“Pembelinya dari berbagai daerah di Tanah Air. Pembelian pakai DP 50 persen, nanti barang usia 40 hari dikirim,” kata Rinto. (*)




















