Kabupaten Malang, tagarjatim.id – Sejumlah warga Desa Pringu, Kabupaten Malang, kini memiliki bekal keterampilan baru setelah mengikuti Pelatihan Pembudidayaan Ayam Pedaging dari Balai Latihan Kerja (BLK) Wonojati Malang pada 21 November hingga 10 Desember 2025. Peserta yang lulus berhak mendapatkan sertifikat kompetensi dari lembaga resmi pemerintah.
Pelatihan ini merupakan bagian dari program Mobile Training Unit (MTU) yang difasilitasi oleh anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Dr. H. Puguh Wiji Pamungkas, MM (Dapil Malang Raya), bekerja sama dengan UPT BLK Wonojati Malang.
Program MTU merupakan wujud komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menekan angka pengangguran dan menggerakkan ekonomi kerakyatan.
“Program ini hadir untuk mengurangi pengangguran sekaligus membekali masyarakat dengan kemampuan berwirausaha. Dua aspek ini menjadi indikator penting kemajuan Jawa Timur,” jelas Puguh dalam pembukaan acara di Balai Desa Pringu.
Pelatihan dipandu langsung oleh instruktur berprestasi Sita Arum Prabawati, S.Pt., M.Pt., dan dua asisten lainnya dari BLK Wonojati. Kegiatan berlangsung intensif selama kurang lebih16 hari dengan porsi 80 persen praktik dan 20 persen teori.
Peserta memperoleh materi seputar budidaya ayam pedaging, meliputi persiapan kandang, manajemen pemeliharaan, formulasi pakan, pengendalian penyakit, hingga teknik panen yang tepat.
“Setelah pelatihan, peserta diharapkan dapat mengaplikasikan ilmu ini dengan membuka usaha mandiri atau berpeluang bekerja di industri perunggasan,” ujar Sita.
Salah satu nilai tambah pelatihan ini adalah diterbitkannya sertifikat kompetensi bagi peserta yang lulus. Sertifikat tersebut menjadi pengakuan formal atas keahlian mereka dan diharapkan dapat meningkatkan daya saing di dunia kerja maupun sebagai modal memulai usaha.
Program MTU BLK Wonojati Malang telah dilaksanakan di berbagai lokasi sepanjang 2025. Program bergerak ini dirancang untuk menjangkau masyarakat hingga ke pelosok dengan fokus pada peningkatan keterampilan yang sesuai potensi lokal.
Kepala Desa Pringu, Ir. H. Sutriono, menyambut baik penyelenggaraan pelatihan ini. Ia berharap program tersebut tidak hanya menambah jumlah warga terampil dan tersertifikasi, tetapi juga mendorong tumbuhnya usaha baru di sektor peternakan.
“Kami berharap ada tindak lanjut pasca pelatihan agar dapat menggerakkan perekonomian desa secara berkelanjutan dan menekan angka pengangguran,” katanya.
Para peserta mengaku sangat terbantu dengan metode pelatihan yang langsung praktik. “Ilmunya aplikatif, instrukturnya kompeten dan sabar. Kami jadi punya bekal untuk bekerja atau membuka usaha sendiri,” ujar salah satu peserta, Supadi.
Informasi lebih lanjut mengenai jadwal dan lokasi pelatihan MTU selanjutnya dapat diakses melalui kanal komunikasi resmi UPT BLK Wonojati Malang di media sosial Instagram dan Facebook, serta situs web resmi instansi. (*)




















